Sejak Oktober 2010 lalu, dibangun tembok pembatas antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dengan Jalan Gajah 3 Air Tawar Barat. Tembok ini kembali dibangun karena roboh akibat gempa 30 September 2009. Meski telah diperbaiki, hingga sekarang pintu yagn terdapat pada tembok itu tidak pernah dibuka lagi.
Beberapa mahasiswa megeluhkan tidak dibukanya lagi pintu pembatas ini. Seperti yang disampaikan Novia Rozi, Mahasiswa Jurusan Ekonomi TM 2008. Ia menyayangkan tidak dibukanya pintu tersebut, padahal itu bisa menjadi salah satu pintu masuk ke kampus. "Dulunya gerbang itu menjadi pintu masuk bagi mahasiswa yang tinggal di sekitar Jl. Gajah 3," tutur Rozi, Selasa (11/1). Hal senada juga diungkapkan Nova Rahmi Mahasiswa Jurusan Fisika TM 2008, menurutnya kalau melewati Jalan Gajah 6 terlalu jauh.
Ketua RT 1/RW IV Kelurahan Air Tawar Barat, Ir. Asran Tanjung MS, juga mengungkapkan hal yang sama. Selama ini sudah banyak warga yang meminta agar pintu masuk tersebut dibuka, tapi ia mengaku tidak dapat memenuhi keinginan warga tersebut. Menurutnya hal ini dipicu oleh kekhawatiran warga akan kembali datangya gempa. Asran telah beberapa kali menghubungi bagian perlengkapan UNP untuk memperoleh kunci pintu tersebut, "Tapi sampai saat ini belum ada kepastian kapan kunci tersebut akan diberikan," jelasnya, Kamis (17/2).
Salah satu Petugas Satpam FMIPA Syahrial, mengatakan tembok pembatas sempat dirobohkan kembali oleh orang yang tak dikenal. Perobohan tembok ini menurut Syahrial bermotifkan ketakuatan warga akan isu gempa yang sering beredar. Namun, Syahrial menambahkan belum ada perintah dari pihak fakultas untuk membuka pintu itu.
Ditemui diruangannya, Kamis (20/1), Dekan FMIPA Drs. Asrul MA menjelaskan bahwa pintu masuk di jalan gajah tersebut memang sengaja ditutup demi keamanan dan kenyamanan kampus UNP. Pintu masuk ke kampus UNP sudah terlalu banyak, "Jika masih ditambah akan sulit untuk menjaga keamanan kampus," tuturnya. Asrul menambahkan mahasiswa yang berada di jalan gajah, sudah disediakan dua pintu masuk yaitu di dekat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Jalan Gajah 6.
Sebenarnya pintu itu dibangun sebagai salah satu langkah antisipasi gempa. "Jalan yang ada di Gajah 6 juga telah dilakukan pelebaran," tambahnya. Selain itu lanjutnya, pintu masuk laboratorium dan gedung-gedung tinggi yang ada di FMIPA sudah diganti menjadi pintu-pintu kaca dengan tujuan jika terjadi gempa yang berpotensi tsunami, kaca tersebut bisa dipecahkan untuk memudahkan menuju ke tempat yang lebih tinggi. "Gedung Laboratorim FMIPA bisa dijadikan salah satu tempat evakuasi, jika tiba-tiba terjadi tsunami," Ungkap Azrul
Komentar (0)