Hanya terdapat enam WC untuk memfasilitasi mahasiswa yang kuliah di 36 lokal Mata Kuliah Umum (MKU). Jumlah tak sebanding, kondisinya pun tak memadai. Seperti yang dikeluhkan Rima Cholylah, mahasiswa Teknik Sipil TM 10, yang harus menahan untuk buang air kecil. Ia takut jika sedang buang air ada yang masuk tiba-tiba, "Pintunya kan patah," seru Rima, Jumat (18/2). Kadang ia berusaha mencari WC lain namun keadaan tak jauh beda, kotor dan tersumbat. Tak hanya itu, Rima mengaku jumlah minim ini pun berbuntut pada antrian yang sulit dihindari. "Tak sebanding dengan jumlah mahasiswa,"tutupnya.
Senada dengan Rima, Amry mahasiswa Teknik Elektronika TM 09 merasa kurang nyaman dengan keadaan WC yang tak hanya sedikit tapi juga kotor ini. "Lebih nyaman WC jurusan dibanding di MKU," selorohnya, Jumat (18/2). Menanggapi hal ini, Emi petugas kebersihan malah melempar permasalahan ini kepada mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa itu sendiri yang tidak peduli dengan kebersihan WC. "Banyak yang setelah buang air besar, tapi tidak disiram," tuturnya, Senin (21/2).
Menengarai masalah, Kepala Badan Administrasi Umum dan Keuangan, Drs. Syarkani mengatakan kalau selama ini tidak pernah ada laporan tentang rusaknya fasilitas WC di sekitaran lokal MKU. Perbaikan atau peninjauan ke lapangan dilakukan jika ada laporan dari pihak yang mengelola fasilitas. "Kalau tidak ada, tentunya kami menganggap semuanya baik-baik saja," jelasnya, Kamis (24/2). Syarkani pun mengakui tak sebandingnya jumlah fasilitas WC dengan jumlah mahasiswa. Namun, tambahnya, itu bukanlah alasan untuk tidak menjaga keutuhan dan kebersihan. Malah seharusnya menurut Syarkani dengan ketimpangan jumlah ini, civitas akademika lebih meningkatkan rasa tanggung jawab dalam menjaga bersama. "Kesadaran untuk menjagalah yang sangat penting," tutup Syarkani. Tari, Yudi
Komentar (0)