Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Peluncuran Novel "Tujuh Cinta Sianak Kampung" karya Ermanto Tolantang, peresmian Penerbit FBS UNP Press 2014, dan Pengumuman dan Penyerahan Anugerah Bahasa dan Seni, Jumat (28/3). Acara berlangsung di Teater Tertutup FBS.
Pada kesempatan ini Pembantu Rektor IV Dr. Ardipal, M.Pd. yang mewakili Rektor UNP mengatakan bahwa kegiatan ini bisa menjadi jembatan bagi UNP untuk lebih dikenal oleh masyarakat luar. Ia juga menambahkan sangat mendukung kegiatan ini. "Kegiatan ini perlu di contoh," ujarnya, Jumat (28/3).
Novel "Tujuh Cinta Sianak Kampung" karya Ermanto Tolantang ini dibahas oleh Prof. Dr. Hasanuddin WS, M.Hum., yang diwakili oleh Zulfadhli,S.S.,M.A.. Ia mengatakan bahwa novel Ermanto ini menggunakan bahasa yang menarik. Hal ini terlihat dari kesederhaan penggunaan bahasa. Sedangkan kelemahan dari novel ini adalah kurangnya konflik yang dibangun, padahal kesempatan untuk membangun konflik jelas tersedia.
Prof. Dr. Zufrizal, M.Hum. selaku juri acara Anugerah Bahasa dan Seni mengumuman mahasiswa yang mendapat penghargaan emas, perak, dan perunggu. Untuk Kategori Pemusik Penghargaan Emas diraih oleh Rama Doli Karni (Sendratasik), Penghargaan Perak oleh Rahmad Ade Putra (Seni Rupa), dan Penghargaan Perunggu oleh Hari Firmansyah (Seni Rupa).
Untuk kategori menulis, Penghargaan Emas diraih oleh Osdi Hanri (Bahasa dan Sastra Indonesia), Penghargaan Perak oleh Nofrahadi (Bahasa dan Sastra Indonesia), dan Penghargaan Perunggu oleh Putri Oviolanda Irianto (Bahasa dan Sastra Indonesia). Sedangkan untuk kategori Keterampilan Berbahasa, Penghargaan Emas diraih oleh Agnesa Nofriana Chang bersama Widia Febrina (Bahasa dan Sastra Inggris), Penghargaan Perak oleh Desti Febria (Bahasa dan Sastra Inggris), dan Penghargaan Perunggu oleh Putri Oviolanda Irianto. Wici
Komentar (0)