Terhitung dari awal 2014 bencana kembali melanda Indonesia. Mulai dari banjir, kebakaran hutan, sampai meletusnya berbagai gunung, seperti Gunung Sinabung, Gunung Kelud, dan terakhir ini yang sedang hangat, meletusnya Gunung Marapi. Keadaan negeri yang sedang berduka ini ternyata tidak luput dari perhatian mahasiswa. Beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Negeri Padang (UNP) berlomba-lomba menggalang dana untuk menunjukkan eksistensi dan solidaritasnya sebagai mahasiswa.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP misalnya, yang melakukan penggalangan dana di sekitar kampus UNP untuk bencana Gunung Sinabung pada 3-5 Februari lalu. Menurut Ardiles, Menteri Pengabdian Masyarakat BEM UNP, tujuan penggalangan dana ini adalah untuk menunjukkan solidaritas sesama manusia. "Kita ikut berpartisapasi membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah," ujarnya, Selasa (18/2).
Selain uang hasil penggalangan dana, BEM UNP juga menyumbangkan uang hasil pendaftaran Training Dream Book yang baru saja mereka gelar beberapa waktu lalu. Untuk penyaluran dana, BEM UNP akan berkerja sama dengan Rumah Zakat. "Insyaallah akan dikirimkan dalam minggu ini," ucap Ardiles saat ditemui, Selasa (4/3).
Berbeda dengan BEM UNP, Korp Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) UNP tidak hanya melakukan penggalangan dana di sekitar kampus, tetapi juga di luar lingkungan kampus. Penggalangan dana dilakukan di lima titik Kota Padang, antara lain SPBU Tabing, SPBU Ulak Karang, SPBU Khatib, Simpang DPR, dan Simpang Presiden. Sedangkan untuk penyaluran dana, dikirimkan lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Hal ini dilakukan mengingat daerah bencana Sinabung yang cukup jauh dari kota Padang. "Kalau bencananya ada di Sumatera Barat, kita akan turun langsung," ujar Riski Prima Putra, anggota Divisi Bencana KSR PMI UNP, Selasa (18/2).
Selain BEM UNP dan KSR PMI, Ormawa dan komunitas mahasiswa lainnya juga ikut mengadakan penggalangan dana. Antara lain BEM FT, Hima Matematika, HMJ Bahasa Indonesia, Sobat Bumi, FKPWI dan lainnya.
Melihat kegiatan yang dilakukan aktivis mahasiswa ini, Pembantu Rektor III UNP, Syahrial Bakhtiar, memberikan pandangannya. Menurutnya kegiatan ini boleh-boleh saja dilakukan, asal sesuai dengan konteksnya. Harus diperhatikan juga kriteria bencana dan aspek kedekatan. "Jangan sampai orang-orang di dekat kita malah tidak mendapatkan bantuan," ujarnya, Senin (3/3). Sastra
Komentar (0)