Universitas Negeri Padang (UNP) bersiap dengan pembangunan gedung-gedung baru pada tahun 2014 ini. Sejak pengusulan tahun 2008 lalu, akhirnya bantuan dari Islamic Development Bank (IDB) didapatkan tiga tahun setelahnya. Terhitung sejak 19 September 2011 pemerintah Indonesia mendapatkan pinjaman IDB guna membangun tujuh gedung di UNP. Lokal bersama(integratedclassroom) adalah salah satu diantara tujuh gedung yang akan dibangun UNP. Gedung tersebut berlokasi di ruang perkuliahan Geografi FIS sekarang.
Prof. Ganefri, Ph.D., selaku Ketua proyek IDB mengatakan bahwa kemungkinan besar pembangunan akan dilakukan pada bulan Oktober tahun ini. Sedangkan pada bulan Mei akan segera dilakukan peruntuhan (demolisi) pada gedung perkuliahan FIS, kecuali gedung dekanat. Peruntuhan atau penghapusan aset ini akan dilakukan dari ruang perkuliahan Jurusan Ilmu Sosial Politik sampai ke kantor perlengkapan. "Pembangunan ini berlaku untuk UNP keseluruhan, tidak dinamai dengan pembangunan FIS atau pembangunan apapun," tegasnya.
Ganefri menjelaskan bahwa nanti akan ada dua gedung bertingkat tiga dengan jalan dua jalur di lokasi FIS sekarang. Kedua gedung dirancang sedemikian rupa dengan desain berbentuk letter "L" yang saling bertolak belakang. Gedung pertama akan dijadikan gedung dekanat sekaligus tempat perkuliahan mahasiswa FIS. Sedangkan yang satunya lagi adalah lokal bersama yang dapat dipergunakan mahasiswa FIS dan oleh seluruh mahasiswa UNP tanpa terkecuali. Selama masa pembangunan, mahasiswa FIS untuk sementara waktu akan belajar di lokal darurat UNP dekat Balai Pustaka. "Jadi perkuliahan tetap berjalan," tambahnya, Selasa (25/2).
Terkait dengan pembangunan ini, Pembantu Dekan II FIS, Drs. Suryanef, M.Si mengatakan bahwa rencana pembangunan ini memang telah disampaikan oleh rektor UNP dan dekan FIS saat rapat kemarin. Hanya saja dia belum mengetahui kapan pastinya pelaksanaan pembangunan tersebut. Dengan adanya pembangunan ini dia berharap semoga UNP dapat meningkatkan kualitas pelayanan baik di bidang akademik maupun administrasi nantinya, serta dapat memberikan kontribusi yang besar dalam segi apapun. "Sia-sia kalau tidak bisa berbuat apa-apa dengan fasilitas yang baik," ujarnya, Senin (24/2).
Dandi Arianto Pelly, mahasiswa Pendidikan Geografi TM 2010 juga menyampaikan pendapatnya terkait pembangunan ini. "Rata-rata ruangan yang ada tidak layak lagi digunakan sebagai ruang perkuliahan. Keadaannya sudah memprihatinkan," ungkapnya, Selasa (18/2). Dandi juga berharap agar pembangunan tersebut cepat dilaksanakan. Ana
Komentar (0)