Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP bersama Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) mengadakan acara silaturrahmi dengan seluruh Badan Permusyawaratan Mahasiswa dan BEM yang ada di Fakultas serta beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa diantaranya WP2SOSPOL dan Ganto. Acara silaturahmi ini juga sebagai ajang diskusi untuk membahas kelanjutan UKT yang telah berjalan selama 1 semester ini. Rabu (19/2). Sekitar 25 orang memenuhi sekretariat BEM UNP untuk mengkaji ulang permasalahan UKT tersebut.
Pada awalnya Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa BEM UNP telah memberikan pengaduan untuk penurunan UKT kepada pihak Birokrat. Dari 1066 mahasiswa yang mengajukan pengaduan, hanya 101 orang yang lulus seleksi. Semua mahasiswa yang lulus berasal dari Sumatera Barat sedangkan mahasiswa luar Sumatera Barat belum ditangani.
Selain itu, Mahasiswa UNP tahun masuk 2013 yang berstatus Reguler Mandiri (RM) pengaduannya tidak ditindak lanjuti oleh pihak Birokrat dengan alasan yang belum pasti. Mahasiswa yang ditangani hanya mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN dan berasal dari daerah Sumatera Barat.
Oleh karena itu BEM UNP dan MPM mengadakan diskusi ini untuk membahas lebih lanjut mengenai UKT kedepannya. Sebagai bentuk kepedulian dan memberikan keadilan kepada mahasiswa baru di UNP. Sebagaimana yang dituturkan Adnan Arafani selaku Presiden BEM UNP, "wacana hasil bahasan ini akan disebar ke tiap-tiap fakultas" ujarnya, Rabu (19/2).
Andri Eka Putra selaku Ketua umum BEM FT mengungkapkan bahwa acara diskusi seperti ini sangat menarik diadakan. "Diskusi ini dapat meningkatkan kedekatan dan silaturrahmi yang baik antara seluruh BEM dan Ormawa" ujarnya. Redda
Komentar (0)