Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah FIS, mengadakan Seminar Pendidikan Pemilih Pemula Pemilu Tahun 2014, Senin (16/12). Acara yang diselenggarakan di ruang D.81 FIS ini bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat dalam rangka menyukseskan pemilu 2014.
Faisal selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemilu 2014 kepada pemilih pemula. "Pemilu 2014 adalah moment penting dalam demokrasi di Indonesia kedepannya," ujarnya.
Hendra Naldi, SS, M.Hum, ketua jurusan sejarah menjelaskan bahwa pemilu adalah puncak dari pesta demokrasi rakyat. Mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang sangat berperan dalam menyukseskan pesta demokrasi tersebut. "Sukses atau tidaknya pemilu ada ditangan pemuda, karena pemuda adalah agen perubahan," ungkapnya, Senin (16/12).
Mahasiswa adalah komponen penting dalam pemilu, karena jumlah mahasiswa jika dipersentasikan mencapai 20% sampai 40% komponen yang mempengaruhi dalam politik Indonesia. Dari data tersebut menurut Nora Susilawati, S.Sos., M.Si., perwakilan dari KPU Sumbar sekaligus menjadi pemateri dalam seminar tersebut mengatakan bahwa pemilu bukanlah persoalan perasaan ataupun sosok, maka dari itu sebagai kaum intelektual seharusnya mahasiswa dapat memilih dengan rasional.
Pemilu akan dilaksanakan dua kali yakni pemilu legislatif pada 9 April 2014 dan pemilu presiden 9 Juli 2014. Ada empat hal yang harus menjadi pertimbangan mahasiswa selaku pemilih cerdas dalam memilih para pemimpin yaitu ketahui terlebih dahulu visi dan misi calon, kenali rekam jejaknya, kenali daftar calon dan pastikan pilihan.
Nova Indra selaku perwakilan Komisioner KPU Sumbar mengatakan bahwa sebanyak 755 calon legislatif yang akan memperebutkan 65 kursi di tahun 2014. Untuk itu mahasiswa selaku kaum intelektual harus menjadi pemilih cerdas. Jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung," tutupnya, Senin (16/12). Suci* Khadijah*
Komentar (0)