Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) sampai ke gerbang dua UNP masih belum terlalu menampakan hasil. Pasalnya, masih ada beberapa PKL yang mangkal di sepanjang jalan menuju gerbang dua tersebut pasca penertiban yang dilakukan Satuan Pengamanan (Satpam) UNP pada 15 November lalu.
Tidak hanya di jalan FIS, gedung Lab School UNP yang belum rampung dibangun turut dijadikan oleh beberapa PKL sebagai tempat berjualan. Emi (33), salah seorang PKL yang berjualan di gedung Lab School merupakan pindahan dari FIS akibat penertiban tersebut. Emi sudah berjualan dan mencari nafkah disana selama lima tahun. Selain itu, melihat minat mahasiswa yang selalu ramai di pelataran jalan FIS tersebut, Emi mengatakan mahasiswa memerlukan mereka, para PKL. Hal ini disebabkan karena di sekitar FIS dan FIP sangat minim kantin atau tempat makan lainnya. "Pedagang butuh dan mahasiswa juga butuh," ujarnya, Senin (18/11). Sementara itu, rekan-rekan Emi yang masih bertahan di FIS, menuntut agar pihak Birokrat menyediakan tempat bagi mereka untuk berjualan.
Menjawab suara dari PKL tersebut, Komandan Satpam, Zulkifli, mengatakan bahwa Pembantu Rektor II menginstruksikan untuk menyediakan tempat sementara bagi PKL. Para PKL diperbolehkan berjualan di pinggir lapangan rektorat dekat tumpukan sampah arah gerbang dua UNP. Pada hari Minggu (17/11), Ia dan beberapa anggotanya langsung mengarahkan para PKL untuk membersihkan lahan yang dipenuhi tumpukan sampah tersebut. "Mereka diperbolehkan berjualan di sana agar tidak berjualan di sembarang tempat," ujar Zul, Senin (25/11).
Menyambung apa yang disampaikan Zulkifli, Elvi Hengki, S.T. M.Pd, Kepala Perlengkapan bagian Rumah Tangga, menjelaskan bahwa pembersihan tersebut dilakukan karena para PKL sudah sangat sering berurusan dengan petugas keamanan. Selama ini mereka berjualan di pinggir badan jalan, sehingga merusak keindahan kampus. Selain itu, keberadaan PKL yang tidak beraturan juga menyebabkan terganggunya lalu-lintas kampus. "Kadang berujung macet," tuturnya, Rabu (27/11).
Hengki juga menyampaikan bahwa ada rencana pembangun Food Centeryang berlokasi di belakang Balai Bahasa UNP bagi para PKL. Namun, realisasi pembangunan Food Center ini belum diketahui secara pasti. Karena dalam waktu dekat, proyek pembangunan Islamic Development Bank akan segera berjalan, dan dikhawatirkan akses mahasiswa menuju Food Center akan terhalangi. "Semua pedagang kaki lima akan dipindahkan ke sana," tutupnya via telepon, Rabu (27/11).
Menanggapai hal tersebut, May (45), salah seorang PKL yang baru berjualan di tempat itu, mengungkapkan bahwa ia merasa senang dan terbantu. Sebelumnya, May berjualan di luar area kampus, dan sekarang diperbolehkan untuk berjualan di dalam kampus. "Walaupun hanya untuk sementara," ujar May, Senin (18/11). Meri, Ranti*
Komentar (1)