Lokasi kampus cabang yang cukup jauh dari kampus pusat membuat mahasiswa di kampus cabang tidak bisa menikmati keberadaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) layaknya mahasiswa di kampus pusat. Walaupun demikian, bukan berarti mahasiswa kampus cabang tidak memiliki aktivitas pasca kegiatan perkuliahan. Kampus V UNP Bukittinggi misalnya, di kampus cabang ini terdapat komunitas-komunitas seperti Psikopers, Self Development Centre (SDC), Katarsis, Psikosis, Basket, dan Psikobumi. SDC menggiatkan kegiatan seperti training motivasi kepada siswa SMA Negeri Agam Cendekia dan training Psychology First Aid (PFA), sedangkan Psikosis mengadakan Psychology Futsal Cup.
Tak hanya di Kampus V UNP Bukittinggi, mahasiswa di Kampus IV UNP Limau Manih juga mempunyai aktivitas sendiri, khususnya pada jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB). Setiap tahunnya, mahasiswa PLB menyelenggarakan acara tahunan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) dengan tujuan memberikan layanan kepada keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Selain itu, mahasiswa PLB bisa dikatakan memiliki Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) tersendiri. PKM PLB tersebut diantaranya, Komunitas Seni, Komunitas Pecinta Alam, Pramuka, Kegiatan Kerohanian seperti Wonderful Akhwat, Kuliah Umum Bahasa Isyarat dan Kotba (kegiatan memasak).
Rahim Kurniawan A, Wakil Ketua HIMA PLB mengungkapkan, bahwa PLB juga menjalin kerjasama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia. Kerjasama tersebut terlihat dalam perayaan Hari penyandang Disability se-Dunia setiap bulan Desember. "Kerjasama kami ini tidak hanya lingkup Sumbar tapi juga mencakup Indonesia", jelasnya (18/11).
Telah memiliki kreativitas sendiri walaupun berada jauh dari kampus pusat, bukan berarti tanpa kendala. Ari Kiswanto Kenedi selaku Ketua HIMA PGSD UPP IV Bukittinggi mengungkapkan bahwa kegiatan di UNP Air Tawar tidak seluruhnya bisa diikuti. Kurangnya koordinasi sering mengakibatkan keterlambatan dalam mendapatkan informasi. "Kalau ada rapat, kadang pemberitahuannya sudah 2 jam sebelum rapat, sedangkan jarak tempuh untuk ke kampus pusat butuh waktu 2 jam lebih," jelas Ari, Selasa (19/2). Annisa Risti, Mahasiswa Psikologi TM 2010 juga berpendapat sama, Risti berharap terjalin kerjasama dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan antara kampus pusat dan kampus cabang, sehinggga kegiatan kampus V Bukittinggi tidak hanya dapat disaksikan kampus V Bukittinggi. "Sebaiknya ada koordinasi yang baik," usulnya, Kamis (21/2).
Rinaldi, S.Psi., Pembimbing Hima Psikologi mengkonfirmasi keadaan ekstrakurikuler tersebut, bahwa kegiatan kemahasiswaan seperti ekstrakurikuler yang ada di kampus Bukittingi dan kampus pusat belum ada koordinasi antar sesama, hal ini dikarenakan tidak semuanya bisa dijangkau dengan jarak jauh antara Bukittinggi dan Padang. "Belum ada koordinasi, masih sendiri," akunya, Senin (18/2). Fidi, Redda*
Komentar (0)