Kerjasama antara Universitas Negeri Padang (UNP) dan Islamic Development Bank (IDB) telah berjalan selama dua tahun. Kerjasama dimulai dengan pengusulan proposal pembangunan UNP kepada pihak IDB pada 2007. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementrian Keuangan dan Kementrian Pendidikan Nasional Indonesia turut membantu terjalinnya kerjasama UNP dengan IDB. Namun, kerjasama antara kedua pihak baru terealisasi pada 2010, karena banyaknya proses yang harus ditempuh dan daya saing yang sangat ketat dalam mendapatkan proyek pembangunan IDB.
IDB merupakan sekumpulan negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama islam dan dipimpin oleh Kerajaan Saudi Arabia berpusat di Jeddah. Tujuan dibentuknya IDB yaitu untuk meningkatkan daya tampung dan jaminan kualitas pengajaran dan pembelajaran tingkat universitas di negara-negara anggota IDB.
Indonesia bergabung dengan IDB sebagai anggota pendiri pada 1975. Universitas negeri di Indonesia seperti UPI Bandung, USU Medan, Universitas Makasar, UIN Jakarta, UNDIP Semarang dan beberapa universitas lain telah lebih dulu melakukan kerjasama dengan IDB dan mendapatkan bantuan pembangunan berupa fisik dan non fisik. Sedangkan untuk pembangunan di UNP akan dilaksanakan serempak dengan pembangunan di Universitas Negeri Semarang dan IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Menurut penjelasan sekretaris IDB UNP, Afriva Khaidir, MAPA., PhD., pembangunan IDB di UNP terlambat dilakukan karena proses yang begitu panjang. Seperti tender yang lama, penawaran, seleksi, rancangan, persetujuan, dan izin. "Hal-hal tersebut membutuhkan proses yang lama," ujarnya, Senin (25/11).
Selain itu, Afriva juga menjelaskan bahwa bantuan dan kerjasama dari IDB tidak hanya berbentuk pembangunan fisik, tapi juga nonfisik. Pembangunan nonfisik berbentuk pendidikan staf-staf pengajar yang diutus dari masing-masing fakultas yang ada di UNP ke luar negeri. "Untuk sekarang kami telah memberangkatkan 5 staf ke Australia, 5 ke China, 20 ke Singapura, dan 15 ke jepang," tambahnya.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa proses pembangunan secara fisik akan dilakukan pada 2014 mendatang. Penyelesaian pembangunan akan berakhir pada akhir 2015. "Proses pembangunan akan berlangsung selama 18 bulan," tuturnya.
Pembangunan IDB yang akan dilakukan di UNP yaitu; university centre (rektorat, biro dan senat), auditorium, student centre, business centre, pusat pelatihan dan pengembangan guru, laboratorium terpadu, ruang kelas bersama terpadu, Fakultas Ilmu Sosial dan pusat IT. Selain itu juga akan ada alokasi untuk pengadaan peralatan laboratorium, perabotan, perbaikan jalan kampus, peningkatan penerangan dan perlistrikan kampus, kanopi untuk pejalan kaki, tempat parkir, trotoar, taman, dan gerbang
Komentar (0)