Siapa sangka bangunan yang terletak di kawasan kampus tepatnya di Jalan Belibis Blok C adalah sebuah Guest House, semacam mess atau penginapan, yang langsung dikelola oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Perhotelan, Jurusan Kesejahteraan Keluarga (KK) Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang (FT UNP). Awalnya bangunan ini merupakan mess milik UNP. Namun mengingat mahasiswa Manajemen Perhotelan memerlukan tempat untuk praktik, maka dijadikanlah mess tersebut sebagai tempat atau labor praktik.
Sebagai tempat praktik, tentunya mahasiswa tersebut membutuhkan tamu agar praktik yang dilakukan lebih nyata. Atas pertimbangan ini, labor tersebut dibuka sebagai tempat penginapan umum. Jadi selain tempat belajar, bangunan tersebut juga dikomersialkan. "Nantinya penghasilan yang diperoleh dari Guest House tersebut akan digunakan untuk perbaikan dan kepentingan Guest House itu sendiri," terang Dra. Ernawati, M. Pd., Ketua Jurusan KK, Rabu (24/11) lalu.
Dalam pengelola Guest House, mahasiswa belajar menerapkan teori yang telah mereka dapatkan dari perkuliahan, kemudian menerapkanya. Mulai dari cara melayani tamu, mengatur kamar, sampai manajemen pembagian shift. Namun sayangnya, Guest house ini belum dapat menyediakan layanan penyediaan makanan untuk tamu layaknya penginapan umum lainnya. "Hal ini yang sedang kami usahakan, rencananya kami akan mendiskusikannya dengan rekan mahasiswa Prodi Tataboga," ungkap Ernawati.
Pada dasarnya, mahasiswa diberi kebebasan dalam mengelola Guest House tersebut, baik sistem, struktur, dan aturan-aturannya. Seperti penjelasan Ahmad Ramadi, yang dipercaya sebagai General Manager, struktur jabatan atau posisi setiap mahasiswa akan selalu diganti-ganti. Setiap mahasiswa akan mendapat giliran untuk menjabat pada semua posisi. "Jadi setiap mahasiswa dapat belajar bagaimana menjabat pada semua tingkat jabatan," jelasnya Jumat (5/11).
Meskipun peraturan di Guest House dibuat oleh mahasiswa, tambah Ernawati, sebelum diterapkan peraturan tersebut harus dimusyawarahkan dengan para dosen terlebih dahulu. Dosen-dosen bersangkutan juga dibebani piket untuk selalu memantau praktik mahasiswa. "Bukan berarti mahasiswa tidak dikontrol," tegasnya kepada Ganto, Rabu (24/11) di ruang kerjanya. Yesi*, Ima
Komentar (0)