Siang itu Sekretariat Unit Kegiatan Olahraga (UKO) terlihat ditunggui oleh beberapa orang mahasiswa di dalamnya. Tak seperti biasanya dengan pintu yang sering terkunci. Sekretariat bercat hijau muda ini meninggalkan kesan seolah-olah unit kegiatan mahasiswa yang bergerak dibidang keolahragaan ini telah vakum.
Waldi Julio Saputra, selaku ketua UKO mengatakan mereka baru saja selesai Open Recruitment (OR) anggota baru akhir Oktober lalu. "Kami baru saja selesai OR tanggal 19-26 Oktober kemaren," ungkapnya, Jumat (22/11). OR ini pertama kali diadakan sejak UKO didirikan pada tahun 1998 silam. "Biasanya perekrutan anggota baru dilakukan dengan cara memantau mahasiswa yang mempunyai kemampuan dibidang olahraga, kemudian mereka diajak bergabung," tutur Waldi.
Diadakannya OR ini menegaskan bahwa UKO tidak pernah vakum. "Kami tidak pernah vakum, kalau UKO sering terlihat tidak buka itu karena pengurusnya banyak yang sedang praktek lapangan," tegas Waldi. Ia juga menambahkan, selain untuk merangkul mahasiswa yang berminat dan berbakat dibidang olahraga, perekrutan anggota baru diharapkan agar dapat meneruskan kepengurusan UKO, mengingat banyaknya pengurus inti yang sedang praktek lapangan.
Perekrutan anggota baru UKO disambut baik oleh mahasiswa, banyak mahasiswa yang mendaftarkan dirinya. Selang tiga hari pendaftaran, tercatat sekitar 76 orang mendaftarkan diri sebagai anggota baru. Waldi mengaku pendaftaran sengaja dibatasi dengan alasan kesiapan dari UKO sendiri.
Saat ini terdapat enam cabang unit kegiatan keolahragaan yang berada dibawah naungan UKO. Diantaranya unit kegiatan sepak bola, basket, silat, karate, sepak takraw dan voli. Masing-masing unit kegiatan memiliki pembimbing tersendiri.
Tahun ini UKO mengirim delegasi pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Yogyakarta. "Semoga UKO lebih maju kedepannya, dapat mengikuti turnamen baik di Sumbar hingga ajang nasional," tutup Waldi.
Weni Sasmita, selaku pelatih pada bidang pencak silat, juga mengatakan bahwa UKO tidak vakum. "Memang UKO saat ini antara ada dan tiada, tapi vakum sih tidak," ujarnya, Rabu (27/11). Pernyataan Weni ini terbukti dengan adanya kegiatan-kegiatan dan latihan-latihan yang rutin dilakukan oleh masing-masing cabang UKO. Pencak silat misalnya, yang masih sering ditemui latihan di depan gedung Rektorat ataupun di dekat Gelanggang Olah Raga (GOR) UNP.
Terkait dana pada setiap cabang UKO khususnya pencak silat, Weni mengaku untuk saat ini hanya berupa sumbangan sukarela antar anggotanya. Jika biasanya masing-masing cabang mengajukan proposal pengajuan dana, belakangan hal ini tidak dilakukan lagi. Komunikasi yang kurang baik antara UKO dengan antar cabang menyebabkan mereka secara mandiri memikirkan kelangsungan cabang masing-masing untuk kedepannya. "Semoga kedepannya komunikasi terjalin dengan lebih harmonis," harap Weni
Komentar (0)