Ribuan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Menolak Pembangunan Siloam mengadakan unjuk rasa menolak pembangunan SuperBlock Lippo Group dengan melakukan longmarch dari pelataran mesjid Nurul Imam menuju DPRD Padang, Kamis (28/10).
Turut bergabung dalam rombongan ini Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UNP. Dengan mengenakan almamater kuning UNP, sekitar 30 orang berada pada barisan paling depan bersama perwakilan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya. Berbagai pamflet yang berisi alasan-alasan penolakan pembangunan oleh Lippo Group dibagikan kepada masyarakat sekitar. Tidak lupa spanduk bertuliskan penolakan juga mereka bawa.
Ichsan Nasution, Ketua MPM UNP menyatakan sikap tegas menolak pembangunan oleh LIPPO Group. Keputusan ini diambil setelah anggota MPM UNP melakukan voting memilih sikap menolak atau tidak. Dan mayoritas dari anggota menyatakan sikap menolak pembangunan Super Block Lippo Group.
Ichsan menyatakan alasan penolakan ini tidak hanya terkait isu misionaris. Ia juga menyangsikan bahwa proyek ini akan menyerap tenaga masyarakat minang dalam jumlah besar. Ia membandingkan juga dengan daerah asalnya, bagaimana perusahaan tambang emas yang berjanji mempekerjakan warga asli lebih memilih tenaga asing sebagai pekerjanya.. "Seperti menjadi tamu dirumah sendiri", ungkapnya.
Deni Hendra, Sekretaris MPM UNP, mengungkapkan bahwa mereka mengikuti aksi setelah mendapat undangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang. MUI Padang berkoordinasi dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengundang perwakilan mahasiswa dari perguruan-perguruan tinggi di Sumbar. "Selain MPM UNP, juga hadir, PII Unand, IPM, dan mahasiswa lain yang datang secara personal bukan lembaga", ungkapnya. *Doni
Komentar (0)