Pungutan terhadap penerima beasiswa kembali terulang. Kali ini Fakultas Ekonomi (FE) UNP, sempat menerapkan pungutan sebesar Rp 25 ribu untuk setiap penerima beasiswa. Padahal, beberapa waktu lalu Ganto edisi 156 tahun 2010 telah membahas pungutan yang sama pada Fakultas Teknik dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pembantu Rektor III pun mewanti-wanti jangan ada lagi pungutan terhadap penerima beasiswa.
Adanya pungutan ini pun mendatangkan berbagai tanggapan dari penerima beasiswa. Pengakuan Ira (bukan nama sebenarnya_red), mahasiswa FE TM 2008 dan penerima BBM, kecewa karena adanya pungutan tersebut. Ia tak tahu alasan fakultas memungut penerima beasiswa dan digunakan untuk keperluan apa. "Tidak ada pengumuman resmi dari pihak fakultas sebelumnya," ujarnya, Selasa (23/11).
Hal senada juga dirasakan Purwati, mahasiswa FE TM 2008. Ia mengharapkan agar pihak fakultas lebih terbuka dan menginformasikan kepada mahasiswa kalau memang ada pungutan. "Walaupun itu hanya sebesar Rp 25 ribu. Agar tidak ada salah paham antara penerima beasiswa dengan pihak fakultas," jelasnya, Kamis (25/11).
Di tempat berbeda, pegawai Tata Usaha bagian Kemahasiswaan FE, Faizah, membenarkan adanya pungutan sebesar Rp 25 ribu bagi setiap penerima beasiswa PPA atau BBM. "Sumbangan tersebut ditujukan untuk dana darurat bagi mahasiswa yang terkena musibah", akunya, Kamis (25/11). Lebih lanjut Faizah menambahkan, sudah sekitar 30 mahasiswa menyetor ke bagian Kemahasiswaan.
Namun beberapa waktu kemudian, pungutan tersebut dikembalikan kepada mahasiswa. Alasannya, beasiswa adalah bantuan untuk mahasiswa dan tak mungkin dipungut. Hal ini diungkapkan Pembantu Dekan III FE, Drs. Zul Azhar, M.Si, Minggu (12/12) via telepon. "Pihak fakultas tak pernah menyetujui bagian Kemahasiswaan melakukan pungutan," tegasnya. Windy, Dedi*
Komentar (0)