Ilmu sejarah adalah ilmu yang mengurus tentang proses waktu secara rapi dengan tiga dimensi yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Dibutuhkan kesadaran terhadap pemahaman sejarah dalam mengembangkan kembali nasionalisme bangsa Indonesia. Kondisi Indonesia yang mengalami degradasi moral, baik itu dari pejabat birokrat maupun rakyat biasa. "Ini fakta, bahwa rasa nasionalisme yang bangsa kita kian memudar," ujar Prof.Dr. Mestika Zed, M.A, saat kuliah umum untuk mempersiapkan Kuliah Kerja Lapangan mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Riau ke Universitas Negeri Padang, Jumat (10/12) lalu.
Mestika menambahkan, studi sejarah adalah studi yang unik. Kajiannya banyak meliputi studi ilmu lainnya seperti kondisi sosial, ekonomi bahkan politik yang dibahas dalam kajian ilmu sejarah. Dalam hal penelitian, latar historis memiliki peran yang strategis dalam langkah awal. "Fakta sebagai data awal dalam sejarah memiliki kekuatan yang kuat dalam menyelesaikan permasalahan," ujarnya di depan sekitar 100 peserta kuliah umum di lokal kuliah D80 Fakultas Ilmu Sosial UNP.
Mengusung tema ‘Peranan Studi Sejarah dalam Menumbuhkembangkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia’, menjadikan perkuliahan ini pun tidak hanya dihadiri dua perguruan tinggi tersebut. Hadir juga mahasiswa dari Universitas Andalas (Unand), Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan PGRI Sumatera Barat, serta Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
Perkuliahan ini pun dilengkapi dengan sesi tanya jawab agar pemahaman materi mahasiswa tentang nasionalisme lebih dalam dan lengkap. "Jangan jadikan studi sejarah sebagai bagian termarginalkan dalam membangun nasionalisme," tutup Direktur Pusat Kajian Sosio-Budaya dan Ekonomi (Centre for Sosio-Cultural & Economic Studies) UNP ini. Pri
Komentar (0)