ganto.or.id-Sekitar empat ratusan mahasiswa UNP dan mahasiswa luar UNP memenuhi ruangan Auditorium Prof. Kamaludin Fakultas Ekonomi UNP, Kamis (10/10). Meskipun bebarengan dengan jam kuliah, hal itu tidak menyurutkan antusias mahasiswa untuk mengikuti Talkshow bersama Darwis Tere Liye. "Acaranya mampu memberikan motivasi kepada peserta. Apalagi kepada penulis baru seperti saya," ujar Irene Ulfa Andisyah, mahasiswa Jurusan Manajemen selaku peserta.
Talkshow bertemakan "Untaian Cinta dari Sebuah Pena"bersama Tere Liye tersebut, merupakan rangkaian acara yang dilaksanakan Unit Kegiatan Kerohanian UNP. Menurut Ketua Pelaksana Rahmadtullah Noerman, acara tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada penulis mula yang ingin menjadi penulis yang menghasilkan karya bermanfaat bagi banyak orang. "Kami sadar, tulisan bisa mengangkat derajat suatu negara," ujar Rahmad.
Acara tersebut juga dihadiri Pembantu Dekan III FE yang mewakili Pembantu Rektor III, Dr. Hj. Susi Evanita, M. S, Pembina UKK, Sulaiman, S.Pdi, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa, Adnan Arafani dan beberapa organisasi mahasiswa lainnya.
Selama tiga jam lebih, Tere Liye menebarkan kata-kata motivasi kepada peserta. Seperti halnya di dalam novel, Tere Liye lebih suka menggunakan bahasa lembut nan menyentuh dalam memberikan motivasi. "Temukan motivasi terbaik dalam hatimu, sehingga bisa menjadi pelecut semangat menulis," ujarnya. Ia juga mengatakan, tidak bisa berbuat banyak, kecuali memberikan api kecil di dalam hati peserta." Api tersebut diserahkan kepada adik-adik, apakah akan menjadi besar atau padam".
Tere Liye juga bercerita tentang masa kecilnya, yang secara tidak langsung banyak mengajarkannya menulis. Menurutnya, ajaran verbal yang diberikan orang-orang di sekitarnya dulu, sangat berpengaruh dalam ia menulis dan berfikir. "Sebelum tidur, orang dulu itu suka sekali mendongeng. Dan itu salah satu faktor yang menjadikan saya seperti ini," ungkap Tere Liye.
Di sela-sela memberikan motivasi, Tere Liye juga kerap mengeluarkan kata-kata yang membuat peserta tertawa. "Saya juga tidak tahu kenapa banyak yang suka dengan karya Tere Liye, padahal saya banyak membuat pembaca penasaran," ungkap Tere Liye. Hingga diakhir acara, ia berpesan kepada peserta untuk tetap berfikir positif dan menghilangkan perasaan-perasaan yang melemahkan diri. Duni, Sri*
Komentar (0)