"Karena sesuatu yang besar harus dimulai dari hal-hal kecil"
Awalnya sederhana, Rahmat Hidayat mungkin gusar menemukan banyak sampah di laci meja belajar ketika ia kuliah di gedung mata kuliah umum. Hal ini pikirnya adalah "kebiasaan" yang susah dihilangkan bila dari kecil seseorang tidak diajarkan untuk malu ketika membuang sampah sembarangan.
Selasa pagi, (17/9) Rahmat dan kawan-kawan yang tergabung dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKMKC) bersama rekan-rekannya dari IPTECH Sumbar, tengah mempresentasikan dua unit Tongshiba kepada Muhardanus, DPH sekolah dasar Adzkia Padang.
Tongshiba adalah nama yang mereka berikan untuk produk tong sampah yang bisa bicara. Dua unit tong sampah berkarakter Donal Bebek dan Spongebob ini, telah terhubung dengan perangkat sederhana dan sensor pada masing-masing mulutnya, sehingga ketika seseorang membuang sampah, sensor yang dialirkan membuat spongebob seolah hidup "terimakasih telah membuang sampah pada tempatnya, terimakasih, terimakasih, terimakasih, mmmuuuaach…"
Tong sampah yang bisa berbicara ini, memang ditujukan khusus untuk pelajar-pelajar Sekolah Dasar, "produk ini digunakan juga untuk edukasi," ujar Denika, salah satu tim pelopor Tongshiba. Karena pasarannya adalah anak-anak Sekolah Dasar, untuk itu rancangan Tongshiba pun disesuaikan. Saat ini, baru ada tiga karakter dari Tongshiba, yaitu Donal bebek, Spengebob, dan Angry Bird. Namun selain itu, Denika mengatakan bahwa karakter dari Tongshiba bisa dipesan sesuai keinginan.
Waktu untuk membuat Tongshiba pun terhitung singkat, dalam tiga bulan, mereka dapat menghasilkan 300 unit Tong sampah bisa bicara. Dan untuk hasil yang maksimal, satu unit Tongshiba yang siap dijual biasanya dikerjakan selama tiga hari.
Untuk saat sekarang, produk yang berbahan dasar fiber glass ini, masih dalam tahap sosialisasi dan publikasi, baik itu ke sekolah-sekolah dasar, maupun ke pemerintahan. Respon yang mereka dapatkan dari murid-murid sekolah dasar Adzkia pun positif. Begitu juga harapannya dengan pihak pemerintahan kota Padang, "Karena selain edukasi, Tongshiba juga membantu program pemerintah mengembalikan Adipura kota Padang " tutup Denika. Ryan *Sucy
Komentar (0)