"Wartawan Olahraga itu wartawan santai," kata N. Nofi Sastera, wartawan Tabloid Olahraga BOLA saat menjadi pemateri pada Pelatihan Jurnalistik Olahraga yang diangkatkan oleh Unit Kegiatan Olahraga UNP, Sabtu (27/11). Tapi, ia menambahkan, seorang wartawan olahraga harus tetap fokus dengan tugas kewartawanannya agar berita yang ditampilkan tidak mengada-ada atau tejadi kesalahan data. Pemateri lainnya, Syafrizal S.S, redaktur olahraga koran Singgalang, memberikan penjelasan tentang aplikasi Jurnalistik Olahraga pada sesi selanjutnya. Ia mengemukakan beberapa hal yang harus dimiliki seseorang yang ingin menjadi wartawan olah raga, seperti niat, hasrat, serta semangat. "Seorang wartawan olahraga harus berani, memiliki daya improvisasi, dan objektif," jelasnya. Tidak hanya N. Nofi Sastera dan Syafizal S.S, pelatihan yang diikuti oleh 33 peserta ini, juga mendatangkan B. William Nursall Devarco selaku Pemimpin Redaksi Majalah Mediasi, Agus Mardi selaku Wakil Ketua Media dan Promosi Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Barat dan Romi Mardela selaku wartawan media online BisnisIndonesia.Menurut ketua pelaksana, Syuradhman acara ini bertujuan untuk mengenalkan dunia jurnalistik kepada mahasiswa olahraga di UNP. "Kami ingin memperkenalkan kepada mahasiswa olahraga apa itu jurnalistik," tuturnya di sela-sela acara di Gedung Bung Hatta LPMP Sumatera Barat. Pesertanya merupakan perwakilan dari berbagai HMJ, BEM dan Unit kegiatan se-lingkungan UNP. Adi, Mahasiswa Pendidikan Geografi TM 2009 menanggapi positif adanya pelatihan ini. "Semakin sehat dengan mahir menulis di bidang olahraga," katanya.
Dedi*, Nova*
Komentar (0)