Ganto.co - Bedah buku yang diselenggarakan oleh Ikatan Kekerabatan Antropologi Universitas Andalas (UNAND) di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center membahas pentingnya pendekatan budaya dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk membahas pentingnya pendekatan budaya dalam upaya pengurangan risiko bencana, Selasa (10/3).
Ketua Departemen Antropologi Universitas Andalas (UNAND), Zainal Arifin, mengatakan bahwa kajian mengenai kearifan lokal memiliki relevansi kuat dalam memahami hubungan masyarakat dengan lingkungan, terutama dalam konteks kebencanaan.
"Kajian tentang kearifan lokal sebenarnya adalah kajian klasik, tetapi menjadi lebih menarik ketika dibaca melalui perspektif yang berbeda, khususnya dalam kaitannya dengan kebencanaan", ujar Zainal dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam budaya masyarakat agar dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan sosial.
"Tugas kita sebenarnya adalah menemukan atau memaknai kembali apa sebenarnya kandungan nilai-nilai yang ada di dalam kearifan lokal itu sendiri", tambahnya.
Perwakilan dari Ikatan Kekerabatan Antropologi UNAND, Yefri Heriani, menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kajian kebencanaan dari perspektif antropologi.
"Antropologi tidak hanya mempelajari manusia dan kebudayaannya, tetapi juga bagaimana masyarakat merespons berbagai persoalan, termasuk persoalan kebencanaan yang terjadi di lingkungan mereka", jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di Sumatera Barat.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang diskusi bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana", tutupnya
Komentar (0)