Ganto.co - Acara Grand Art Collaboration bertajuk Sumatera Survive: Symphony Ramadhan diselenggarakan oleh FW Youth Orchestra di Show Koffie, Jalan Veteran, Padang, Minggu (8/3). Kegiatan ini menghadirkan berbagai bentuk pertunjukan seni seperti musik orkestra, pembacaan puisi, serta live painting yang menggambarkan realitas bencana alam di Sumatera Barat.
Acara tersebut merupakan kolaborasi antara FW Youth Orchestra dan Dangau Studio. Berbagai penampilan seni ditampilkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan di Sumatera Barat.
Founder FW Youth Orchestra, Frengky, mengatakan kegiatan ini bertujuan menunjukkan keaktifan serta keterampilan generasi muda melalui karya seni.
"Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda dapat terus aktif dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendapatkan dukungan dan kembali diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya," ujarnya.
Selain menjadi ruang pertunjukan seni, kegiatan ini juga menjadi wadah ekspresi bagi para seniman muda untuk menyampaikan pesan kemanusiaan melalui karya mereka. Penampilan utama dari FW Youth Orchestra membawakan sejumlah lagu bertema nasionalisme, salah satunya lagu Tanah Airku yang dimainkan dengan aransemen orkestra.
Di sela-sela pertunjukan musik, pembacaan puisi turut menghidupkan suasana. Puisi yang dibawakan oleh Najwa Amilus mengangkat konsep Sumatera Survive yang menggambarkan perasaan para korban bencana alam.
"Konsep puisi ini saya sesuaikan dengan tema Sumatera Survive, yang menggambarkan bagaimana perasaan para korban bencana yang kehilangan anggota keluarga," katanya.
Acara ini juga menampilkan pertunjukan live painting, yakni proses melukis secara langsung di atas kanvas di hadapan penonton. Lukisan tersebut dibuat oleh Chindi Fernanda Suwardi yang menggambarkan suasana emosional para korban bencana, selaras dengan pesan yang disampaikan melalui pembacaan puisi.
"Saat melukis, saya menyesuaikan dengan penyampaian puisi yang telah dibacakan. Dari situ saya mencoba menggambarkan perasaan kesedihan dan kekecewaan para korban bencana," ujarnya.
Komentar (0)