Ganto.co - Pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) nomor urut 01, Muhammad Rizki dan Ridho Yuli Asmoro, mengusung sejumlah program unggulan yang berfokus pada keterbukaan informasi, penguatan kaderisasi, pengabdian masyarakat, hingga penguatan basis riset dalam pergerakan mahasiswa. Program tersebut dipaparkan dalam Kampanye Dialogis yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, Senin (2/3).
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Titik Temu, yakni ruang audiensi yang dirancang untuk menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan pihak rektorat. Program ini bertujuan membuka akses informasi yang dinilai masih terbatas di lingkungan kampus.
"Titik Temu sebagai ruang audiensi mahasiswa dan rektorat sangat penting agar mahasiswa mengetahui kondisi kampus dan arah kebijakan ke depan," ujar perwakilan paslon 01 dalam penyampaian visi-misi.
Selain memperkuat relasi dengan birokrasi kampus, paslon 01 juga menyoroti menurunnya minat berorganisasi di kalangan mahasiswa. Melalui program Titik Kaderisasi, mereka berencana melakukan standardisasi pola pembinaan di lingkungan Keluarga Mahasiswa (KM) UNP.
"Melalui Titik Kaderisasi, kami ingin menyatukan pola pengkaderan di KM UNP dan menyusun kurikulum kaderisasi agar minat mahasiswa dalam berorganisasi meningkat," jelasnya.
Di bidang pengabdian masyarakat, paslon ini menawarkan konsep BEM Berdampak, Nagari Bergerak. Program tersebut dirancang tidak sekadar sebagai kunjungan seremonial, tetapi pembentukan nagari binaan yang dikelola secara berkelanjutan dan kolaboratif.
"BEM Berdampak, Nagari Bergerak akan menghadirkan nagari binaan melalui kolaborasi dengan instansi pemerintah, termasuk Kemendikbudristek, agar program benar-benar memberi dampak nyata," tambahnya.
Untuk memastikan setiap langkah pergerakan mahasiswa berbasis kajian ilmiah, paslon 01 juga mencanangkan program Riset Progresif. Program ini akan difokuskan pada pengkajian isu-isu strategis di tingkat kampus, daerah, hingga nasional.
"Riset Progresif menjadi motor penggerak dalam menggagas dan mengkaji isu nasional, daerah, maupun kampus agar setiap sikap dan kebijakan BEM memiliki landasan intelektual yang kuat," tutupnya.
Komentar (0)