Ganto.co - Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (MPM KM) Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja sama dengan Panitia Pemilihan Umum (PPU) BEM KM UNP 2026 menggelar Kampanye Dialogis calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa KM UNP 2026 di Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Senin (2/3).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Subdirektorat Organisasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, pembina MPM KM UNP, delegasi organisasi mahasiswa (Ormawa), serta mahasiswa umum.
Ketua Panitia Pemilu MPM KM, Fauzan Oktavianda, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan gagasan dan kualitas.
"Jangan sampai kita memilih pemimpin yang kita sendiri tidak tahu gagasannya," ujarnya.
Fauzan juga mengingatkan mahasiswa agar bijak dalam menerima informasi di media sosial.
"Di media sosial banyak polemik. Berpandai-pandailah dalam memilih informasi, jangan diterima mentah-mentah untuk menjatuhkan salah satu pihak. Kritisi terlebih dahulu," katanya.
Perwakilan Ketua Umum MPM KM UNP, Ilham, menyampaikan kampanye dialogis merupakan wujud nyata praktik demokrasi di lingkungan kampus.
"Ini bukan hanya soal visi dan misi, tetapi pembelajaran demokrasi, ruang mempertemukan gagasan, dan melihat kesiapan masing-masing paslon," jelasnya.
Pembina MPM KM UNP, Fariz Aditya, turut mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan pascapemilihan.
"Jangan sampai setelah pemilihan muncul kesenjangan antara yang kalah dan menang. Gunakan waktu kampanye untuk menyampaikan visi dan misi dengan baik, berdebat tanpa saling menjatuhkan," tuturnya.
Sambutan sekaligus pembukaan resmi disampaikan Kepala Subdirektorat Organisasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, Medris. Ia menekankan dialogis merupakan komunikasi dua arah yang harus dijalankan dengan adab dan etika.
"Manfaatkan forum ini untuk menyampaikan pertanyaan dengan baik, baik dari sisi antarpaslon maupun antarpendukung," tekannya.
Komentar (0)