Ganto.co - Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Padang (UNP), melaksanakan kegiatan Kultum Ramadan (Kurma) pada hari ke-11 Ramadan, Minggu (1/3). Kegiatan yang disiarkan langsung melalui platform Instagram tersebut mengusung tema "Akhlak dan Kepedulian Sosial: Mengendalikan Amarah di Bulan Ramadan."
Kultum menghadirkan Yunan Shobiburroyan, mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan angkatan 2024, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Yunan menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk melatih pengendalian diri.
"Puasa adalah sarana bagi kita untuk mengendalikan diri, seperti menahan keinginan, hawa nafsu, ucapan yang tidak baik, serta emosi. Sebab, ucapan yang terdengar ringan bisa saja menyakiti orang lain," ujarnya.
Yunan menjelaskan bahwa marah merupakan sifat manusiawi. Tidak ada manusia yang sepenuhnya terbebas dari rasa kesal atau amarah, bahkan orang yang dikenal sabar sekalipun pernah mengalaminya. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa amarah yang tidak terkendali dapat mengurangi nilai ibadah puasa.
"Marah itu sifat manusia. Yang menjadi persoalan bukan pada marahnya, tetapi bagaimana cara kita menyikapinya. Marah yang tidak terkontrol bisa mengurangi nilai ibadah puasa kita," ungkapnya.
Yunan membagikan beberapa langkah sederhana untuk mengelola emosi, khususnya selama bulan Ramadan. Pertama, diam sejenak dan tidak langsung membalas ucapan orang lain. Kedua, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Ketiga, mengubah posisi ketika sedang emosi, seperti dari berdiri menjadi duduk. Terakhir, belajar untuk memaafkan.
Di akhir pemaparannya, Yunan mengingatkan bahwa perubahan diri bergantung pada kemauan pribadi.
"Orang tua hanya bisa menasihati, tetapi yang mampu mengubah diri kita adalah diri kita sendiri. Perubahan itu membutuhkan usaha dan doa, karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil," tutupnya.
Komentar (0)