Ganto.co - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Senin (23/2). Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi bertajuk "Seruan Aksi Gelap Gulita Pendidikan Indonesia" yang sebelumnya digelar di depan kantor DPRD Sumbar.
RDP yang berlangsung di Ruang Khusus I itu dihadiri Ketua DPRD Sumbar, Muhidi beserta jajaran, serta delegasi BEM dari berbagai kampus di Sumatera Barat. Pertemuan ini menjadi ruang dialog lanjutan setelah mahasiswa menyampaikan tuntutan melalui demonstrasi terbuka.
Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Padang (BEM KM UNP), Muhammad Adli, menegaskan kehadiran mahasiswa di ruang legislatif merupakan bentuk konsistensi perjuangan dalam mengawal isu pendidikan.
"Kami tidak hanya berdiri sebagai mahasiswa, tetapi sebagai representasi suara kolektif yang lahir dari kegelisahan, harapan, dan tanggung jawab moral terhadap masa depan pendidikan," ujarnya.
Menurut Adli, aksi turun ke jalan yang dilakukan sebelumnya bukan bentuk konfrontasi, melainkan manifestasi kepedulian terhadap kondisi pendidikan.
"Aksi yang kami lakukan bukan atas dasar konfrontasi, tetapi bentuk kepedulian kami terhadap bangsa. Kami turun karena ada realitas yang tidak bisa lagi disuarakan hanya dengan diam," katanya.
Ia menegaskan pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas kebijakan pemerintah.
"Pendidikan bukan sekadar sektor, melainkan fondasi peradaban. Apa yang diputuskan hari ini akan menentukan wajah pendidikan Sumatera Barat ke depan," tegasnya.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan data, hasil kajian, serta aspirasi lapangan yang mencakup suara pelajar dengan keterbatasan fasilitas, mahasiswa dengan persoalan pendidikan yang kompleks, hingga tenaga pendidik dan orang tua yang menggantungkan harapan pada pendidikan sebagai jalan perubahan nasib.
"Kami tidak datang untuk saling menyalahkan, tetapi untuk saling mendengarkan dan mencari solusi bersama," tambah Adli.
Mahasiswa berharap RDP ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi dialog yang jujur, terbuka, dan solutif. Hingga forum berakhir, mahasiswa mendorong adanya komitmen tindak lanjut dari DPRD Sumbar atas aspirasi yang telah disampaikan.
Komentar (0)