Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar program School and University Partnership (SUPER) sebagai wadah kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam penguatan inovasi pembelajaran. Kegiatan ini diselenggarakan di Teaching and Learning (T&L) UNP SUPER Labs, di Gedung MKU B Lantai 2, Kamis (13/2).
Program tersebut menghadirkan Alumni Pelatihan Kecerdasan Artifisial dari Tiangong University, China, Ikhwanul Furqon, serta Guru SMP Negeri 17 Padang sekaligus The Best Teacher Kota Padang dan Guru Inovatif 2025, Silvia Anggraini.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Akademik Universitas Negeri Padang, Abror, menyampaikan bahwa Program SUPER berupaya membongkar budaya hierarkis dalam dunia pendidikan dengan menanggalkan status formal saat diskusi berlangsung, sehingga dosen, guru, dan mahasiswa berada pada posisi yang setara.
"Dosen bukan datang sebagai dosen, guru bukan datang sebagai guru, mahasiswa juga begitu. Semua punya kesempatan untuk memberikan ide, alasan, dan solusi terkait pembelajaran," ujarnya.
Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (AI). Guru dianjurkan tidak hanya memberikan soal teoritis yang mudah dijawab AI, tetapi mendorong siswa menganalisis kondisi nyata di lingkungan mereka dan membandingkannya dengan hasil AI, sekaligus mengkritisi potensi bias dan halusinasi.
Peserta mendapat pemahaman tentang pentingnya literasi dan etika AI, termasuk pencegahan plagiarisme serta penggunaan AI secara terawasi di kelas. Dijelaskan pula konsep prompt efektif dengan memberikan konteks, tugas, contoh, dan peran spesifik agar hasil AI lebih relevan dan mendalam.
"Penggunaan AI secara langsung di kelas boleh dilakukan, tetapi tetap dalam pengawasan. Jangan sampai penggunaan AI dijadikan tugas pekerjaan rumah karena proses etikanya tidak terawasi. Pembelajaran AI sebaiknya difasilitasi di kelas agar guru dapat mengontrol prosesnya," tutup Abror.
Komentar (0)