Ganto.co -Rocky Gerung menyinggung tragedi bunuh diri YBR, seorang siswa kelas IV (enam) Sekolah Dasar (SD) asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Diskusi Publik Pendidikan Nonformal yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP) pada Kamis (5/2)
Dalam Diskusi tersebut Rocky berpendapat bahwa apa yang menimpa YBR (10) bukan hanya tragedi bunuh diri, tapi gambaran kecacatan ekonomi.
"Di belakang kematian seorang anak, ada desain ekonomi buruk dari presiden. Kejadiannya pada masa Pemerintahan Prabowo, tapi akumulasi sepuluh tahun pemerintahan Jokowi," ungkapnya.
Rocky menegaskan bahwa tragedi tersebut tidak bisa dilihat dengan saling menyalahkan individu atau keluarga korban. Menurutnya, peristiwa itu perlu dipahami sebagai dampak dari kegagalan melihat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih luas.
"Jangan sibuk menyalahkan, salah ini, salah itu, padahal akar permasalahnnya adalah data kemiskinan yang tidak dipahami sebagai potensi bunuh diri," kata Rocky.
Ia menilai tragedi tersebut menunjukkan anak sudah mampu bernalar dan mengambil keputusan yang menurut pandangannya, dianggap sebagai langkah etis di tengah tekanan ekonomi.
"Di balik tragedi ini, anak berusia 10 tahun sudah mampu bernalar. Ia memikirkan sisa uang Rp10.000 di tangan ibunya, dan bunuh diri adalah langkah etis yang diambil anak tersebut," jelasnya.
Komentar (0)