Ganto.co - Banda Bakali, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, ramai didatangi masyarakat pada Sabtu (10/1). Keramaian tersebut dipicu terhentinya aliran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pascabanjir, sehingga warga memanfaatkan aliran Sungai Banda Bakali untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci, serta bermain air.
Seorang warga setempat mengatakan kondisi tersebut tidak hanya terjadi setelah banjir, tetapi kembali terulang pada hari itu karena pasokan air PDAM kembali terhenti.
"Mulai ramainya semenjak setelah banjir, karena air PDAM mati. Sekarang air mati lagi," ujarnya.
Ia menyebutkan, masyarakat yang datang berasal dari sejumlah wilayah sekitar, seperti Jati, Alai, dan Parak Kopi.
"Orang-orangnya ada yang dari Jati, Alai, Parak Kopi, dan daerah sekitar sini," katanya.
Warga lainnya menyampaikan bahwa kondisi air sungai relatif aman digunakan meski sempat berubah saat hujan turun. Menurutnya, air sungai akan naik dan menjadi keruh ketika hujan, namun kembali jernih setelahnya.
"Kalau hujan airnya naik dan agak keruh, tapi sore ini sudah jernih lagi," tuturnya.
Komentar (0)