Ganto.co - Banjir yang sebelumnya merendam permukiman warga di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat, telah surut pada Minggu (5/1) sore. Namun, warga masih membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki kerusakan secara mandiri karena belum ada penanganan langsung dari pemerintah setempat.
Normalis (44), Ketua RT 01, menyebutkan terdapat 65 kartu keluarga (KK), 48 rumah, dan 205 jiwa yang terdampak banjir.
"Totalnya ada 65 KK, 48 rumah, dan 205 jiwa," ungkapnya.
Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh aliran air dari kawasan hulu Batu Busuk yang mengalir ke pemukiman warga melalui Batang Kuranji.
"Sekarang penyebab banjir itu otomatis dari hulu. Kami hanya menerima aliran dari Batu Busuk. Di sini ada Batang Kuranji, dan posisi sungai memang langganan banjir," ujarnya.
Normalis menambahkan, hingga kini belum terlihat bantuan dari pemerintah di wilayah RT 01.
"Sejauh ini, untuk RT kami belum ada yang terlihat dari pemerintah," ungkapnya.
Meski begitu, RT 01 mendapat bantuan umum dari pihak dermawan, dan dampak banjir di wilayahnya tergolong ringan hingga sedang.
"Sekarang ada bantuan dari dermawan untuk membuat bendungan ke pinggir sungai. Di sini arusnya tidak terlalu berat," katanya.
Prima Elfiraf (43), salah seorang warga, mengatakan banjir mulai melanda kawasan Gurun Laweh sejak 1 Januari 2026.
"Sejak tanggal 1 Januari banjir mulai masuk ke Gurun Laweh," ujarnya.
Ia berharap pemerintah membangun tanggul di sekitar sungai untuk mencegah banjir berulang.
"Harapan kami, dibangun tanggul dekat sungai. Kalau tidak, banjir bisa datang lagi dan mungkin lebih besar dari sebelumnya," tutupnya.
Komentar (0)