Jembatan penghubung antara Surau Gadang dan Sawah Liat di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat, putus akibat terjangan banjir dan material galodo pada Senin (5/12). Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kepadatan lalu lintas di jalur alternatif sekitar lokasi.
Putusnya jembatan membuat warga harus menggunakan akses lain yang lebih jauh. Akibatnya, waktu tempuh bertambah dan kemacetan terjadi terutama pada jam sibuk.
Nurma Yunita, warga sekitar, mengatakan jembatan tersebut merupakan jalur alternatif penting menuju pusat aktivitas, termasuk ke Pasar Raya.
"Kalau ada jembatan ini, ke Pasar Raya lebih dekat dan tidak macet. Sejak jembatan putus, kendaraan menumpuk sampai ke sini," ujarnya.
Ia menambahkan warga masih bisa melintas melalui jalur lain, namun harus memutar lebih jauh.
"Ada jalan lain, tapi harus memutar lewat ujung, jadi lebih jauh," katanya.
Muhammad Rifki, menjelaskan jembatan mulai rusak sejak 27 November 2025 saat banjir pertama melanda kawasan tersebut. Menurutnya, bagian penyangga tengah patah lebih dulu sebelum akhirnya runtuh.
"Awalnya penyangga di tengah patah karena kayu galodo menghantam fondasi jembatan," jelasnya.
Saat kejadian, terdapat kendaraan yang sedang melintas. Meski demikian, tidak ada korban jiwa.
"Ada mobil dan motor di atas, tapi semuanya selamat," ujarnya.
Putusnya jembatan memperparah kemacetan karena arus kendaraan dialihkan ke jalur lain. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses penghubung kembali normal.
"Kami berharap jembatan ini cepat diperbaiki karena sangat penting bagi warga," kata Nurma.
Komentar (0)