Ganto.co - Unit kegiatan Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (UK-Wp2sospol) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Diskusi Publik dengan tema "Dibalik Angka, Ada Nyawa: Membongkar Femisida Sebagai Kejahatan Manusia". Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) UNP, pada Rabu (24/12). Kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang dialog dan meningkatkan kesadaran publik terhadap kekerasan berbasis gender yang masih marak terjadi, khususnya terhadap perempuan dan anak-anak.
Ketua Umum, M. Rizki Ananda, menegaskan pentingnya menghapus batas dan kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial.
"Kita menyadari bahwa masih ada gap yang harus dihapuskan antara gender. Bukan hanya menyelamatkan perempuan, tetapi juga menyelamatkan cara pandang kita terhadap status sosial laki-laki dan perempuan," jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa pengangkatan isu femisida juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ibu pada 22 Desember lalu.
"Ini tidak jauh dari peringatan Hari Ibu sebagai bentuk penghargaan kepada perempuan yang telah berperan besar dalam kehidupan kita sehari-hari," ujarnya.
Kepala Divisi Sosial Masyarakat, Nabila Putri Defia, menjelaskan bahwa femisida merupakan bentuk ekstrem dari kekerasan berbasis gender yang berakar pada ketidaksetaraan dan diskriminasi.
"Femisida adalah bentuk ekstrem dari kekerasan berbasis gender yang berangkat dari ketidaksetaraan gender dan diskriminasi, hal ini mengancam perempuan dan anak-anak," jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berharap diskusi ini menjadi langkah awal dalam memberantas femisida.
"Semoga diskusi ini bisa menjadi langkah utama kita untuk memberantas isu femisida dan membuka mata kita semua terkait persoalan ini," tuturnya.
Kepala Divisi Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA), Deki Jasril Adid, berharap diskusi publik tersebut dapat menjadi wadah penyampaian pandangan kritis terhadap isu yang telah lama terjadi namun belum terselesaikan.
"Semoga dengan adanya diskusi publik ini kita bisa menyampaikan pandangan-pandangan kita terkait isu yang sudah lama bergulir dan tidak kunjung usai," ujarnya.
Komentar (0)