Ganto.co - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) angkatan 2023 mengadakan pementasan drama Indonesia di Teater Mursal Esten, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), pada Rabu (17/12).
Dewi Syafrina, dosen pengampu mata kuliah Apresiasi Drama Indonesia, menjelaskan bahwa pementasan ini merupakan puncak dari rangkaian proses akademik selama satu semester. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu menganalisis naskah hingga akhirnya memproduksi pertunjukan secara berkelompok. Melalui proyek akhir ini, mahasiswa diharapkan memiliki bekal keterampilan dalam dunia seni peran dan sastra.
"Pementasan ini menjadi wadah untuk melihat bakat dan potensi mahasiswa, sekaligus wujud apresiasi kita terhadap karya sastra," ujarnya.
Ia menekankan bahwa pementasan ini memiliki nilai strategis bagi masa depan mahasiswa PBSI. Selain mengasah rasa percaya diri di atas panggung, pengalaman mengelola teater menjadi modal penting jika nantinya mereka terjun ke dunia pendidikan sebagai guru Bahasa Indonesia atau pembina ekstrakurikuler seni. Kemampuan ini membuka peluang bagi mereka untuk berkarier sebagai pelatih teater profesional maupun juri dalam berbagai ajang perlombaan seni.
"Keterampilan mengapresiasi drama sangat dibutuhkan mahasiswa PBSI, terutama jika kelak menjadi guru atau pembina teater di sekolah," tambahnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Gazi, memaparkan bahwa agenda ini menampilkan sebelas judul drama yang dipentaskan. Pertunjukan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari ini menyuguhkan variasi naskah yang beragam, yang semuanya merupakan hasil kerja keras kolektif mahasiswa angkatan 2023.
"Acara berlangsung dari pukul 08.00 pagi hingga 20.00 malam, dengan judul-judul seperti Air Mata Senja, Makam Dipertuan, RT RW 0, Koran, Bulan Bujur Sangkar, Rumah Tangga, Matahari di Sebuah Jalan Kecil, serta penampilan naskah Titik-Titik Hitam dan Tolong," pungkasnya.
Komentar (0)