Ganto.co - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Sumatera Barat menutup rangkaian kegiatan seni dan budaya tahun ini dengan menggelar dua agenda besar, yakni Festival Sastra Marah Roesli dan Pameran West Sumatera Visual Art Exhibitions (Wesvae) pada Selasa, (16/12) di kawasan Taman Budaya Kota Padang.
Pameran Wesvae dibuka pada 16 Desember dan akan berlangsung hingga 30 Desember 2025. Tahun ini, Wesvae mengusung tema "Hulu" dengan menghadirkan kurator Iswandi Bagindo Parpatih dan Dio Pamola. Sementara itu, Festival Sastra Marah Roesli digelar selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Desember 2025, bertempat di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat, dengantagline "Negeri (dan) Ironi".
Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni Budaya Taman Budaya Sumbar, Ade Efdira, menjelaskan bahwa Festival Sastra Marah Roesli merupakan agenda tahunan yang secara khusus difokuskan pada pembinaan penulis, terutama penulis sastra di Sumatera Barat.
"Tahun ini kegiatan difokuskan pada sastra, karena penulis dari Sumatera Barat dinilai masih tertinggal. Melalui festival ini, diharapkan penulis cerpen di Sumatera Barat dapat lebih berkembang dan mampu bersaing," ujarnya.
Selain kegiatan diskusi dan pembinaan sastra, festival juga menghadirkan agenda Eksplor Kota Tua Padang. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat kawasan Kota Tua Padang, yang salah satu titiknya merupakan objek bersejarah terkait karya sastrawan Marah Roesli.
"Eksplorasi Kota Tua ini bertujuan mengajak warga Padang mengenal kembali sejarah, termasuk lokasi yang berkaitan dengan karya Marah Roesli," tambahnya.
Kepala Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menutup konferensi ini dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan seni dan budaya di Sumatera Barat.
"Semoga kegiatan ini dapat melahirkan talenta-talenta baru yang terus berkarya," tutupnya.
Komentar (0)