Ganto.co -Pelatihan Literasi Digital dan keamanan cyber dengan tema "Mahasiswa Adaptif di Era Cyber: Literasi Digital Untuk Keamanan dan Keberdayaan" diselenggarakan oleh mahasiswa Teknologi Pendidikan (TP) Universitas Negeri Padang (UNP) di Gedung Sekolah Pasca Sarjana Lantai 1 Ruang Pasca Magister TP, Selasa (16/12).
Kegiatan ini berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap pentingnya keamanan siber, membekali peserta dengan pengetahuan dasar mengenai ancaman siber, serta peran individu dalam menjaga keamanan di ruang digital. kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.
Fazarianti, Tim Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), membahas berbagai isu strategis terkait perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, mulai dari pentingnya perlindungan data pribadi, jenis-jenis ancaman siber seperti phishing dan malware, hingga risiko kebocoran data yang dapat berdampak pada individu maupun organisasi. Peserta diajak untuk memahami bahwa keamanan siber tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
"Ruang siber kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan digunakan oleh semua kelompok usia. Kecerobohan pengguna disebut sebagai salah satu faktor utama terjadinya insiden keamanan siber," ujarnya.
Ia mengulas regulasi dan kebijakan pemerintah terkait keamanan siber, termasuk peran lembaga negara dalam menjaga sistem elektronik dan data nasional.
"Siber sering kali bekerja secara senyap, namun memiliki dampak besar dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap layanan digital," tuturnya.
Ia berharap mahasiswa mampu menerapkan praktik keamanan siber sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti berhati-hati dalam mengakses tautan, menjaga kerahasiaan kata sandi, serta lebih bijak dalam membagikan data pribadi di platform digital.
"Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan agen-agen kesadaran keamanan siber, khususnya di kalangan mahasiswa, guna bersama-sama menjaga ruang siber yang aman dan bertanggung jawab," tutupnya.
Komentar (0)