Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) mendirikan posko bantuan peduli bencana di Nagari Bancah, Tanjung Raya, Maninjau. Sebanyak 57 orang relawan dikerahkan untuk menyalurkan bantuan logistik, tenaga, serta layanan konseling trauma kepada warga, Sabtu (6/12).
Kepala Subdirektorat Prestasi dan Alumni, Ahmad Rizal Abidin, menyampaikan bahwa sekitar 57 orang ditugaskan ke lokasi terdampak.
"Kita menurunkan sekitar 30 orang mahasiswa yang dibantu pembimbing organisasi kemahasiswaan masing-masing. Ada juga mahasiswa dari Bimbingan Konseling yang didampingi dosen pembimbing, serta tenaga keamanan yang turut ikut serta," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada hari pertama kegiatan, relawan dibagi menjadi tiga tim lapangan.
"Tim pertama adalah tim besar yang menyusuri Danau Maninjau menuju salah satu daerah terdampak, Sungai Batang, untuk melihat sejauh mana dampak bencana galodo di sana. Sementara itu, tim kedua dan ketiga menyusuri daerah terdampak di wilayah Bancah," jelasnya.
Dosen Bimbingan Konseling (BK) UNP, Gusni Dian Suri, menuturkan bahwa terdapat 16 mahasiswa BK yang ditugaskan untuk menyebar ke empat posko berbeda di Tanjung Raya.
"Total mahasiswa BK ada 16 orang dengan empat dosen pendamping. Mereka akan berpencar ke empat posko yang berbeda, masing-masing didampingi satu dosen," ucapnya.
Ahmad Rizal Abidin menambahkan bahwa fokus utama pada hari pertama adalah membersihkan material sisa bencana yang memenuhi 11 rumah warga di Nagari Bancah, kemudian dilanjutkan dengan penyaluran paket sembako.
"Pada hari ini kita sudah membersihkan tiga rumah dan pekarangan warga dari lumpur. Rata-rata lumpur yang masuk ke dalam rumah mencapai setinggi lutut. Untuk puing dan bebatuan di luar rumah, kondisinya memang belum bisa kita atasi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bantuan logistik kepada warga terdampak," tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa posko peduli bencana UNP akan tetap berdiri hingga Senin.
"Tim peduli bencana ini akan mendirikan tenda hingga hari Senin. Jika masih dibutuhkan untuk masa tanggap darurat, kita akan koordinasikan kembali dengan pimpinan," tuturnya.
Komentar (0)