Ganto.co - Banjir dan longsor melanda wilayah Takengon, Aceh Tengah dan Bener Meriah di Provinsi Aceh, menyebabkan putusnya seluruh akses darat menuju kawasan tersebut. Kejadian ini mengakibatkan ribuan warga terisolasi tanpa listrik, tanpa jaringan komunikasi, dan stok bahan pokok menipis, Sabtu (6/12).
Mita, menyebutkan bahwa kondisi wilayahnya sangat krusial karena selama 10 hari terakhir masyarakat setempat harus bertahan tanpa pasokan listrik. Selain itu, distribusi logistik tidak dapat dilakukan akibat akses jalan yang terputus total. Banyak warga di daerah pedalaman bahkan belum mendapatkan bantuan karena jalur transportasi terhalang longsor.
"Seluruh akses menuju wilayah ini hanya dapat ditempuh melalui jalur darat. Namun, akibat banjir dan longsor, akses tersebut putus total. Masyarakat harus bertahan tanpa listrik dan komunikasi, serta pasokan logistik terbatas," jelasnya.
Mita menambahkan bahwa beberapa warga harus berjalan kaki jauh untuk bisa keluar dari daerah yang terpukul. Jalan dari Bireuen ke Takengon serta dari Lhokseumawe ke Takengon masih belum bisa dilalui kendaraan, dan kemungkinan perbaikan jalan membutuhkan waktu cukup lama.
"Beberapa warga terlihat dapat kembali dengan berjalan kaki, meskipun jarak yang ditempuh cukup jauh. Jalan masih belum bisa dilalui kendaraan karena material longsor yang cukup berat," imbuhnya.
Situasi ini memaksa warga bertahan dalam kondisi serba terbatas, sementara upaya bantuan dan evakuasi menghadapi kendala berat akibat kondisi geografis dan akses yang terputus.
Hal tersebut di benarkan Yuni, ia menyebutkan bahwa kondisi di Takengon sangat memprihatinkan.
"Kondisinya sangat tidak baik di Takengon. Beras habis di mana-mana, akses darat semuanya putus. Indomaret dan Alfamart pun sudah mulai dijarah orang," ujarnya.
Komentar (0)