Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) mengagendakan rapat persiapan pembentukan posko bantuan bagi daerah terdampak banjir di luar Kota Padang. Rapat yang diadakan pada Jumat (5/12) di Ruang Sidang SPI itu membahas penentuan lokasi posko, mekanisme keberangkatan, serta persiapan tim sesuai arahan Rektor.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNP, Prof. Anton Komaini, menyampaikan bahwa posko bantuan akan didirikan di Nagari Bancah, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
"Di Kabupaten Agam ada beberapa wilayah terdampak banjir, yaitu Palembayan, Malalak, dan Tanjung Raya. Mengingat Nagari Bancah menjadi wilayah yang paling membutuhkan bantuan, maka kita memilih lokasi tersebut," ujarnya.
Wakil Rektor II UNP, Prof. Remon Lapisa, menambahkan bahwa penentuan lokasi posko didasarkan pada prioritas daerah yang belum banyak terjangkau bantuan.
"Daripada kita membangun posko di tempat yang sudah banyak dikunjungi bantuan, lebih baik kita memilih daerah yang masih sangat membutuhkan," jelasnya.
Tim posko melibatkan gabungan beberapa organisasi mahasiswa (ormawa) dan tenaga pendidik. Total 33 mahasiswa serta tujuh tenaga pendidik akan diberangkatkan.
"Ormawa yang terlibat di antaranya Pramuka, MPA-HL, Menwa, KSR PMI, serta Ganto," kata Anton.
Ia juga menjelaskan bentuk bantuan yang akan diberikan mencakup pembersihan area terdampak banjir, layanan psikososial, serta bantuan kebutuhan pokok.
"Fokus layanan ini akan kita pusatkan di posko nantinya," tambahnya.
Keberangkatan tim direncanakan pada Jumat siang pukul 15.00 WIB dari Gedung Rektorat UNP.
Pada akhir pertemuan, Remon Lapisa menyampaikan harapannya agar kehadiran UNP dapat meringankan beban masyarakat.
"Semoga bantuan yang kita berikan dapat meringankan beban korban dan menjadi wujud nilai kemanusiaan kita," tutupnya.
Komentar (0)