Ganto.co - Dampak bencana alam Sumatra Barat (Sumbar) kini kembali menimpa mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), kali ini berasal dari jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP UNP, Rara Khairani, yang mana ibu kandungnya menjadi korban dalam bencana alam Galodo yang menimpa Palembayan, Kabupaten Agam, pada Kamis, 27 November 2025.
Rara Khairani adalah mahasiswi Asrama Bandar Buat yang pada waktu kejadian menimpa keluarganya, ia berada di Padang dan sekarang sedang mendampingi adik bungsunya di Rumah Sakit M. Djamil Padang untuk perawatan operasi patah tulang akibat Galodo yang menimpa rumahnya.
Hal demikian dibenarkan oleh Pembina Asrama Bandar Buat, Habibi. Dalam pesan tertulisnya, ia menjelaskan laporan yang diterima hingga saat ini bahwa ibunya masih belum ditemukan.
"Rumahnya (Rara) rata dengan galodo dan sekarang di RS M. Djamil mendampingi adik kandungnya. Hingga saat kini masih belum ditemukan ibunya," tulis pesannya kepada Reporter Ganto.
Rara Khairani menceritakan kronologi kejadian yang menimpa keluarganya.
"Waktu kejadian sore jam 5, adik bungsu saya selamat, sedangkan saudara ibu, anaknya, dan ibu Rara itu terbawa arus. Saudara ibu dan adik sepupu Rara sudah ditemukan jenazahnya, namun ibu Rara sampai saat ini masih belum ditemukan," terangnya kepada Ganto.
Lebih lanjut, dia menjelaskan kondisi beberapa keluarga kandungnya yang selamat.
"Rara beradik-kakak 3 orang, Rara yang paling besar. Adik nomor dua bersekolah kelas 1 SMA dan ngekos di dekat rumah sekolahnya. Bapak kandung Rara, alhamdulillah, selamat karena sedang di kebun yang jauh dari rumah," lanjutnya.
Di posisi terpisah, Asep Sujana selaku Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNP menyampaikan ungkapan belasungkawa dan berusaha memberikan upaya bantuan dalam waktu dekat.
"Mendengar kabar laporan di WAG Asrama UNP, Bapak langsung membagikan informasi tersebut kepada pimpinan dan menunggu konfirmasi pimpinan kapan arahan turun untuk menemui Rara dan keluarganya," terangnya pada Kamis (4/12).
Berdasarkan laporan Rara, saat ini ia selalu pergi setiap siang dan sore ke RS Bhayangkara untuk melihat hasil identifikasi korban bencana alam, dengan harapan jenazah ibunya dapat ditemukan.
Komentar (0)