Ganto - Mahasiswa Program Studi Teknik Otomotif, Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Padang (UNP), Angger Raja Prakarsa, menjadi satu-satunya korban jiwa dari UNP dalam bencana alam yang melanda Sumatera Barat. Angger diketahui berteduh dari hujan ketika galodo menghantam kawasan Jembatan Kembar, Padang Panjang, pada Kamis, 27 November 2025 yang lalu. Saat kejadian, ia sedang dalam perjalanan menuju Kota Padang.
Rektor UNP, Krismadinata, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Angger.
"Kami dari sivitas akademika UNP ikut sedih, turut berduka cita. Kami kira beliau syahid karena wafat dalam keadaan menempuh studi. Kita doakan beliau syahid dan keluarga diberi ketabahan," ujarnya, Selasa (2/12).
Sejauh ini, UNP mencatat Angger sebagai satu-satunya mahasiswa yang menjadi korban meninggal.
"Dari informasi yang kita dapat, baru satu orang dari mahasiswa. Dari tenaga kependidikan ada yang rumahnya hilang," katanya.
Selain korban jiwa, UNP melaporkan 386 sivitas akademika terdampak banjir di Kota Padang, terdiri dari 313 mahasiswa, 36 dosen, dan 37 tenaga kependidikan.
Krismadinata mengatakan penyaluran bantuan untuk sivitas akademika yang terdampak dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
"Kami melihat dulu apa kebutuhan mereka. Ada total 386 mahasiswa, dosen, dan tendik yang terdampak, dan kami membantu sesuai kebutuhan," ujarnya.
Pada hari pertama, tim UNP menyalurkan air bersih karena banyak warga kampus kesulitan mendapatkan air minum.
"Saat itu masih hujan deras, tapi kami tetap turun membantu," jelasnya.
Keesokan harinya, kebutuhan berubah. Banyak korban kesulitan memasak karena minim bahan makanan.
"Kami bantu beras. Ketika mereka kembali membutuhkan air, kami salurkan lagi air bersih," tambahnya.
Komentar (0)