"Kami mengumpulkan data dari anggota AJI, Pers Mahasiswa (Persma) dan jurnalisme warga itu ada 25 kasus, dan juga terdapat 12 kasus, jadi memang tantangannya banyak sekali," ujarnya.
Luviana Ariyanti, Penanggung jawab dan Pemimpin Redaksi Konde, menjelaskan terdapat banyaknya tantangan media dalam menjalankan SOP kekerasan seksual, mulai dari pihak perusahaan tidak ingin menganggap kekerasan seksual menjadi masalah, sulit mencari kesepakatan, individualis, hingga gagap dalam menjelaskan sesuatu.
"Terdapat banyak tantangan umum media dalam menerapkan SOP perlindungan serta penanganan kekerasan seksual di media, mulai dari pihak perusahaan tidak menganggap tindak kekerasan seksual menjadi masalah, para jurnalis yang sulit mencari kesepakatan, jurnalis yang individualis, serta gagap dalam menjelaskan sesuatu," ujarnya.
Karina Ovelia, Donor Relations Officer The Conversation Indonesia, mengatakan bahwa ada tantangan dan resiko dalam menerapkan perlindungan dan penanganan kekerasan seksual di media yakni institusi yang tidak memprioritaskan penanganan dan pencegahan kekerasan seksual.
"Ada beberapa situasi yang sangat spesifik untuk (The Conversation) TCID, yaitu institusi pendidikan yang belum sepenuhnya memprioritaskan penanganan dan pencegahan kekerasan seksual," ungkapnya.
Komentar (0)