Ganto.co - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di wilayah Simpang Galupang, Nagari Batipuah Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada Selasa (25/11). Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai dada orang dewasa sehingga melumpuhkan akses jalan utama warga.
Pantauan Reporter Ganto di lapangan menunjukkan genangan air menutup ruas jalan di sekitar persawahan dekat Surau Latuang. Jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju jalan besar untuk beraktivitas. Sementara itu, jalur alternatif yang biasa digunakan juga ikut terendam sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Akibat banjir tersebut, aktivitas warga terganggu, termasuk kegiatan sekolah. Rio, mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang tinggal di wilayah Lubuak Buaya, mengaku tidak dapat pergi ke sekolah tempat ia menjalani praktik lapangan (PLK).
"Hari ini Hari Guru Nasional, di sekolah PLK saya menjadi pengibar bendera dalam peringatan hari besar ini, namun saya tidak bisa ke sekolah karena air yang tinggi membuat kendaraan dan kami tidak bisa melintas," jelasnya.
Hal serupa disampaikan oleh Anwar Dowry, pemuda setempat, yang menjelaskan bahwa hujan deras telah mengguyur wilayah tersebut sejak dua hingga tiga hari terakhir. Ia mengatakan bahwa intensitas hujan yang tidak menentu kadang lebat, kadang rintik membuat debit air terus meningkat hingga akhirnya meluap dan menggenangi rumah warga, persawahan, serta akses jalan keluar masuk wilayah tersebut. Menurutnya, genangan mulai memasuki kawasan permukiman sejak waktu subuh, dan pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB, ketinggian air di depan persawahan telah mencapai dada orang dewasa.
"Biasanya kalau air di sini naik, wilayah Komplek Lubuak Buaya dan sekitar kampus Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) juga ikut tergenang," ujarnya kepada Reporter Ganto.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari akun Instagram BMKG Minangkabau, BMKG Sumbar telah mengeluarkan surat peringatan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Sumbar yang berlaku mulai 21 hingga 27 November 2025.
Komentar (0)