Ganto.co – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Diskusi Kolaborasi Mahasiswa Bedah Perlambatan Ekonomi Sumatera Barat 2025 di Auditorium Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) UNP, Sabtu (15/11). Kegiatan ini mempertemukan pimpinan organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat (Sumbar) untuk membahas isu perlambatan ekonomi daerah.
Presiden Mahasiswa (Presma) UNP, Muhammad Adli, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar saat ini hanya mencapai 3,94 persen, lebih rendah dibandingkan Sumatera Utara sebesar 4,69 persen.
"Pertumbuhan ekonomi kita berada di posisi terendah di Sumatera. Ini harus menjadi perhatian serius, terutama karena sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kerakyatan belum menunjukkan perkembangan berarti," ujar Adli.
Mentri Koordinasi (Menko) Pelayanan Universitas Andalas (Unand), Eris Agung Abdul Haris Sukas, menekankan pentingnya kolaborasi lintas kampus untuk memperkaya perspektif mahasiswa. Ia juga menyoroti perlunya pengolahan nilai tambah produk lokal.
"Kita harus melihat potensi Sumbar secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan sektor primer. Nilai tambah ekonomi pertanian, perkebunan, dan pariwisata harus dikembangkan agar tidak hanya menjual bahan mentah," jelasnya.
Presma STEB Ar-Risalah, Kevin Ravendra, menegaskan bahwa penguatan koperasi penting agar ekonomi kerakyatan dapat bergerak lebih maksimal, serta masih banyak produk lokal masih diekspor mentah sehingga nilai tambahnya rendah.
"Penguatan koperasi penting agar ekonomi kerakyatan bergerak optimal, dan banyak produk lokal masih diekspor mentah sehingga nilai tambahnya rendah," ungkapnya.
Komentar (0)