Ganto.co – Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Manajemen Talenta Nasional Asah Bakat berkolaborasi dengan Sawahlunto International Music Festival (SIMFest) 2025 menggelar Talkshow Sarjanaria bertajuk "Menjaga Irama: Merawat Warisan Orkes Gumarang dan Arsip Musik Nusantara" di Teater Tertutup Mursal Esten FBS UNP, Jumat (7/11).
Kegiatan berlangsung dalam dua sesi dan menghadirkan sejumlah tokoh musik tanah air. Sesi pertama pukul 09.00–11.00 WIB menghadirkan Esha Tegar, David Tarigan, dan Dea Anugrah sebagai mentor. Sesi kedua pukul 14.00–16.00 WIB dibimbing langsung oleh Yovie Widianto, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina Melati, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya mengembangkan sektor ekonomi kreatif, khususnya melalui musik daerah, mengingat Sumatera Barat (Sumbar) dikenal sebagai daerah para perantau.
"Dengan visi dan misi Wali Kota Padang yang menekankan penguatan ekonomi kreatif, universitas di Kota Padang, khususnya UNP, diharapkan dapat berkolaborasi dalam pembangunan kota," ujarnya.

Dekan FBS UNP, Prof. Ermanto, menuturkan bahwa kolaborasi antara SIMFest dan UNP baru terlaksana pada tahun ini.
"Tahun 2025 menjadi kali pertama SIMFest berkolaborasi dengan FBS UNP. Semoga kerja sama ini dapat melahirkan berbagai kreasi baru di bidang seni dan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," ungkapnya.
Sementara itu, Yovie Widianto, menekankan pentingnya ketulusan dalam proses berkarya. Menurutnya, harmonisasi terletak pada kejujuran dalam berproses dan menemukan jati diri.
"Yang terpenting adalah bagaimana proses berkarya dan ketulusan bisa menjadikan versi terbaik dari diri sendiri. Dalam konteks ekonomi kreatif, hal yang membedakan kita dari yang lain terletak pada branding, positioning, dan differentiation," ujarnya.

Yovie juga menegaskan bahwa penerapan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sangat penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.
"HKI merupakan nyawa dari ekonomi kreatif. Tanpa pemahaman tentang hal itu, ekonomi kreatif akan sulit berkembang," tutupnya.
Komentar (0)