Tepat pukul 07.50 WIB Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di FBS resmi dibuka, Kamis (22/8). Medan nan Balinduang pun penuh dengan mahasiswa baru (Maba) yang semuanya mengenakan pakaian putih hitam. Acara sendiri dibuka oleh Dekan FBS M. Zain M.Hum. Selain dekan, acara juga dihadiri para petinggi FBS.
Dalam kata sambutan, dekan menyampaikan semua mahasiswa yang lulus di UNP ini merupakan mahasiswa terbaik. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan kuliah di UNP. "Kalian harus bangga karena kalian adalah mahasiswa pilihan," ungkapnya, Kamis (22/8).
Kemudian dekan juga menyampaikan beberapa nasehat. Salah satunya, seorang mahasiswa tidak akan berhasil jika hanya fokus kuliah saja, tanpa mengikuti kegiatan kemahasiswaan lainnya. "Lihat saja, bapak-bapak yang ada di depan ini semuanya adalah mantan aktivis kampus," jelasnya.
Tahun ini peserta yang ada di FBS berjumlah 792 orang. Peserta pada hari pertama merupakan gabungan Maba dari tujuh fakultas yang ada di UNP. Sedangkan pada hari kedua Maba mengikuti PKKMB di fakultas masing-masing.
Pada pemberian materi peserta dibagi lagi mejadi empat gugus. Gugus I ditempatkan di Medan nan Balinduang, gugus II di Teater Tertutup, gugus III di Galeri lantai 1, dan gugus IV di ruangan Merapi-Singgalang lantai 5 gedung FBS.
Ketua Panitia Robi Primawan, mengungkapkan acara ini bertujuan untuk mengenalkan kehidupan kampus kepada Maba. Selain itu Maba juga bisa menemukan teman baru. "Diharapkan mereka lebih mengenali lingkungan kampusnya," tuturnya.
Robi yang juga terlibat dalam kepanitiaan tahun lalu mengakui PKKMB tahun ini memiliki sedikit perbedaan dengan yang sebelumnya. Tahun lalu PKKMB dilaksanakan selama tiga hari, sedangkan tahun ini hanya dua hari saja. Selain itu tahun sekarang pemateri dari Ormawa juga ditiadakan. "Semoga PKKMB yang akan datang pemateri dari Ormawa diadakan lagi. Sayang sekali rasanya bila menyia-nyiakan talenta yang dimiliki para anggota Ormawa," ujar mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia TM 2010 ini.
Seorang peserta PKKMB, Peradasari Pertiwi mengaku PKKMB tahun ini sesuai dengan harapannya. Peserta tidak diharuskan menggunakan atribut yang aneh-aneh. Dengan demikian peserta akan lebih patuh dan senang mengikutinya, tanpa pendongkolan. "Lebih baik seperti ini, tidak ada perpeloncoan," ungkapnya, Kamis (22/8). Sastra*
Komentar (0)