Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi tuan rumah pelaksanaan Visitasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Gedung Rektorat UNP, Minggu (2/11). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari seleksi sebelum diumumkannya kelompok yang berhak mewakili Sumatera Barat (Sumbar) ke tingkat nasional di Malang.
Visitasi diikuti oleh empat kelompok mahasiswa dari Sumbar yang terdiri atas tiga kelompok dari UNP dan satu kelompok dari Universitas Andalas (Unand). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan seleksi Abdi Daya yang menilai kesesuaian antara laporan kegiatan dan pelaksanaan di lapangan.
Anggota PPK Ormawa UNP, Puspita Sari, menjelaskan bahwa visitasi dilakukan oleh dua orang reviewer, yaitu Surfa Yondri, Direktur Politeknik Negeri Padang, dan Pilmanda dari Semarang.
"Visitasi ini terdiri atas dua tahapan, yaitu wawancara dengan pihak perguruan tinggi dan kelompok pelaksana PPK Ormawa, serta dosen pendamping. Besoknya dilakukan tinjauan lapangan untuk memastikan kesesuaian kegiatan yang sudah kami laporkan," ujarnya.
Puspita menambahkan bahwa pengabdian yang dilakukan kelompoknya berfokus pada sektor pariwisata di Nagari Amping Parak, Kabupaten Pesisir Selatan.
"Kami menjalankan program revitalisasi wisata Bukit Ameh yang sebelumnya dikelola oleh Pokdarwis. Sejak pandemi, kegiatan wisata berhenti karena kendala anggaran dan kelembagaan, sehingga kami membantu menghidupkannya kembali," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan, kegiatan ini dilakukan sejak Juli hingga kini dengan melibatkan 11 anggota inti dan 13 relawan dari mahasiswa UNP.
"Kegiatan ini dilaksanakan sejak Juli dengan 23 anggota. Kami berharap pengabdian ini bisa berlanjut dan masyarakat setempat mampu mengelola potensi wisatanya secara mandiri," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PPK Ormawa Unand, Rifqi Asverian Putra, menyampaikan bahwa kelompoknya mengangkat dua program utama di Kelurahan Pasir Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Padang, yakni Teratak Bahari dan Natura Vita.
"Teratak Bahari berfokus pada peningkatan kapasitas keluarga nelayan melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan ekonomi. Sementara Natura Vita bergerak di bidang lingkungan, seperti penanaman mangrove, pembersihan pantai, hingga pengolahan limbah ikan menjadi kompos," ungkapnya.
Rifqi menjelaskan bahwa program berjalan sejak Juli hingga Oktober 2025 dengan melibatkan 15 anggota inti dan 10 relawan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dosen pendamping, masyarakat, serta kementerian di lingkungan kampus.
"Kami menyiapkan roadmap keberlanjutan selama tiga tahun agar kegiatan dapat dijalankan secara mandiri oleh masyarakat setelah program berakhir," pungkasnya.
Komentar (0)