Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Rapat Terbuka Senat Akademik dalam rangka memperingati Dies Natalis UNP ke-71 di Auditorium UNP, Kamis (23/10). Peringatan ini juga ditandai dengan peresmian Confucius Institute UNP, yang akan menjadi pusat pembelajaran dan kajian budaya serta bahasa Tiongkok.
Rektor UNP, Dr. Ir. Krismadinata, menyebut tahun ke-71 menjadi momentum penting bagi UNP untuk menegaskan diri sebagai universitas berkelas dunia. Berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education dan QS World University Rankings, UNP termasuk dalam 20 perguruan tinggi Indonesia yang diakui di jajaran universitas dunia.
"Tahun ini menjadi tahun yang senyawa karena UNP mencatat sejumlah capaian membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Pengakuan ini menunjukkan bahwa UNP terus bertumbuh dalam kualitas akademik, riset, dan dampak sosial," ujarnya.
Ia menyampaikan, UNP kini memiliki lebih dari 140 mitra kerja sama dari 32 negara di bidang pendidikan, riset, dan inovasi. Salah satu kolaborasi strategis diwujudkan melalui pembentukan Confucius Institute bersama Chinese International Education Foundation dan Hankuk University of Foreign Studies.
"Pendirian Confucius Institute memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok. Tujuannya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam penguasaan bahasa serta budaya Tiongkok," tuturnya.
Ia juga menambahkan arah pengembangan kampus ke depan yang berfokus pada tiga hal utama.
"Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan melalui transformasi digital agar lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Kedua, memperkuat literasi kecerdasan buatan (AI) dan kesadaran digital dalam pembelajaran. Ketiga, mengarahkan riset untuk menjawab isu global seperti perubahan iklim dan ketahanan sosial," jelasnya.
Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Yudil Chatim, yang turut hadir dalam acara tersebut, menilai kehadiran Confucius Institute akan menjadi katalisator kolaborasi akademik antara kedua negara.
"Saya berharap lembaga ini tidak hanya fokus pada pengajaran bahasa, tetapi juga menjadi jembatan riset dan diplomasi budaya yang melahirkan generasi muda Indonesia dengan kompetensi global," ujarnya.
Komentar (0)