Ganto.co – Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Barat (BEM SB) menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Senin (20/10). Aksi ini digelar dalam rangka evaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran sekaligus memperingati 80 tahun Provinsi Sumbar.
Presiden Mahasiswa BEM Universitas Negeri Padang (UNP), Muhammad Adli, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk evaluasi mahasiswa terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Aksi ini atas nama mahasiswa Sumbar yang diinisiasi oleh BEM SB. Tujuannya untuk mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. Pada momen yang sama, hari ini juga bertepatan dengan peringatan 80 tahun Sumbar," jelasnya.
Adli menambahkan, terdapat 17 tuntutan yang akan disampaikan kepada Gubernur Sumbar. Tuntutan tersebut mencakup berbagai persoalan ekonomi dan beberapa kebijakan.
"Ada sebanyak 17 tuntutan yang akan kami sampaikan kepada pihak gubernur. Banyak di antaranya berkaitan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai persoalan lain di Sumbar," lanjutnya.
Selain itu, Adli juga menyoroti janji Presiden Prabowo dalam bidang ketenagakerjaan yang dinilai belum terealisasi sepenuhnya.
"Salah satunya adalah janji 19 juta lapangan pekerjaan. Sampai hari ini belum terlihat hasilnya, baru sekitar 33,6 persen. Masih ada jutaan tenaga kerja yang belum terserap," ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Mahasiswa Politeknik LP3 Padang, Gia Gawinda, menilai bahwa pemerataan kebijakan di daerah masih belum merata, termasuk dalam program MBG.
"Program makan bergizi gratis ini memang sudah berjalan, tetapi saya melihat pemerataannya belum sampai ke semua daerah," ungkapnya.
Gia juga berharap agar aspirasi mahasiswa benar-benar diteruskan ke pemerintah pusat.
"Kami meminta agar tuntutan-tuntutan yang telah kami sampaikan dapat diteruskan ke tingkat pusat. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas, sehingga kami akan terus menindaklanjuti hal tersebut," harapnya.
Komentar (0)