Ganto.co – Dua aksi berbeda berlangsung pada waktu dan lokasi yang sama di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (28/9). Kedua aksi tersebut adalah aksi evaluasi pemerintahan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan aksi Bela Palestina oleh Forum Masyarakat Bela Palestina. Meski berlangsung bersamaan, kegiatan tersebut berjalan aman dan tertib.
Kapolsek Padang Barat, Angga, menyampaikan bahwa pihak kepolisian menurunkan sekitar 160 personel untuk mengamankan dua aksi tersebut.
"Hari ini kami mengamankan dua kegiatan di hari yang sama, yaitu kegiatan Bela Palestina dan aksi dari adik-adik BEM SI," jelasnya.
Ia menambahkan, pengamanan dibagi menjadi dua regu untuk setiap lokasi agar pelaksanaan aksi berjalan kondusif.
"Dari pihak Bela Palestina lebih bersifat pasif, sedangkan aksi mahasiswa bersifat aktif dengan orasi. Namun keduanya tetap kami kawal penuh agar aman," katanya.
Angga menjelaskan, koordinasi telah dilakukan melalui satuan intelijen yang berkomunikasi dengan penyelenggara aksi. Ia memastikan bahwa hingga sore hari situasi tetap terkendali.
"Alhamdulillah, adik-adik menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan aman. Kami mengapresiasi selama mereka tetap menjaga ketertiban di lokasi," ujarnya.
Sementara itu, Wildan Kurniawan Arahap, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) sekaligus Menteri Koordinator Pergerakan BEM SI, menyebutkan bahwa aksi mahasiswa hari ini merupakan bagian dari refleksi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Aksi ini bagian dari evaluasi satu tahun pemerintahan. Kami menyoroti banyak hal, mulai dari keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengorbankan generasi muda hingga kegagalan efisiensi anggaran," ujarnya.
Wildan menjelaskan, BEM SI menilai sejumlah kebijakan pemerintah tidak tepat sasaran dan perlu segera dievaluasi.
"Efisiensi anggaran seharusnya tidak menyentuh pendidikan dan kesehatan, tetapi justru difokuskan pada pos-pos seperti tunjangan pejabat. Kami juga menolak adanya penambahan dana reses DPR yang bersumber dari APBN," tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa aksi mahasiswa hari ini bersifat independen dan tidak berkoordinasi dengan kelompok lain.
"Kami tidak mengetahui ada aksi Bela Palestina di lokasi yang sama. Namun kami menghormati perjuangan kemanusiaan tersebut," jelasnya.
Meski demikian, Wildan menilai isu kemanusiaan global seperti Palestina tetap memiliki keterkaitan dengan perjuangan mahasiswa di dalam negeri
Komentar (0)