Ganto.co - Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Padang (UNP) mengembangkanprogram Home Industry Cinnamon: Inovasi Olahan Kayu Manis di Nagari Malalak Barat, Kabupaten Agam. Kegiatan ini berlangsung sejak 22 Juli hingga 1 Oktober 2025 dan masih berlanjut hingga akhir November. Program tersebut melibatkan 20 anggota PKK Nagari Malalak Baratsebagai mitra utama dan menghasilkan wadah usaha baru bernama UMKM MalBar.
Ketua Tim PKM UNP, Fikra Wais Alkani, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan potensi kayu manis di daerah tersebut agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.
"Melalui pelatihan ini, masyarakat dapat mengolah kayu manis menjadi produk bernilai jual tinggi. UMKM MalBar kini memiliki pengetahuan dasar pengolahan, jejaring pemasaran, serta dukungan dari pemerintah daerah," ujar Fikra.
Selama tiga bulan, tim yang beranggotakan Rizki Juliani, Khairunisa Putri Amelia, Syifa Ainul Fitri, dan Aqil Ahmad Atho dengan dosen pendamping Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd., mengadakan pelatihan pengolahan bahan baku, standarisasi produk, pengemasan, pemasaran digital, dan penguatan kelembagaan usaha.
Kegiatan ini menghasilkan berbagai olahan kayu manis seperti pie, cookies, teh, sirup, dan lilin aromaterapi, serta membekali peserta dengan keterampilan pemasaran dan pengelolaan keuangan.
Program ini memperoleh dukungan dari Wali Nagari Malalak Barat, yang menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara pihak akademisi dan masyarakat dalam pengembangan potensi lokal. Ia menyatakan bahwa kegiatan seperti ini dapat meningkatkan nilai ekonomi daerah dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
"Kegiatan ini merupakan bukti bahwa potensi lokal jika diolah dengan ilmu dan inovasi dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami akan terus mendukung keberlanjutan program ini agar UMKM MalBar mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya.
Salah seorang peserta, Ashari Susanti, menyebutkan bahwa pelatihan ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar mengelola produk secara mandiri.
"Kami diajarkan cara membuat, mengemas, dan memasarkan produk kayu manis. Harapannya, usaha ini dapat menambah pendapatan keluarga," katanya.
Sebagai tindak lanjut, tim PKM UNP juga menyusun Buku Inovasi Produk dan Buku Pedoman Mitra yang akan digunakan sebagai panduan berkelanjutan bagi warga mitra. Program ini melibatkan kolaborasi antaraakademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media dalam model kerja sama Pentahelix
Komentar (0)