Ganto.co - Mahasiswa Program Studi Psikologi dan Informatika Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2025 mengembangkan aplikasi GRODELOS (Growing Independent Development Skills), game edukatif berbasis Android yang dirancang untuk membantu anak-anak dengan Intellectual Disability (ID) ringan belajar kemandirian melalui aktivitas interaktif yang menyenangkan.
Puan Maharani, ketua tim pengembang GRODELOS, menjelaskan bahwa ide pembuatan aplikasi ini berawal dari pengamatan mereka terhadap kebiasaan anak-anak dengan disabilitas intelektual yang gemar bermain gawai namun belum memiliki sarana belajar yang sesuai.
"Banyak anak dengan disabilitas intelektual yang suka bermain di ponsel, tapi belum ada media yang membantu mereka belajar secara efektif. Dari situ, kami ingin membuat game yang sekaligus bisa menjadi alat bantu belajar," ujarnya, Jumat (29/08).
Dalam aplikasi ini, anak diajak menyelesaikan aktivitas harian seperti mandi, berpakaian, dan makan melalui lima ruang simulasi: kamar tidur, kamar mandi, ruang ganti, ruang bermain, dan ruang makan. Setiap keberhasilan akan mendapatkan hadiah berupa koin digital sebagai bentuk penguatan positif agar anak termotivasi mengulangi kegiatan hingga terbentuk kebiasaan mandiri.
Menurut Rosul Iman, anggota tim dari jurusan Informatika, tampilan aplikasi dibuat dengan warna cerah dan karakter animatif agar ramah bagi anak-anak.
"Kami ingin suasananya ceria dan menenangkan, supaya anak merasa nyaman dan mau terus belajar," jelasnya.
Tim yang juga beranggotakan Siti Nabila Safitri, Sherly Yulitri, dan Rawim Puja Aviola telah melakukan uji coba di tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) di Padang: SLB Perwari, SLB Wacana Asih, dan SLB YPPLB. Guru dan orang tua menyambut baik aplikasi ini karena membantu anak berlatih di rumah dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan.
Berdasarkan data Kemendikbud (2023), terdapat lebih dari 22 ribu anak penyandang disabilitas intelektual di Indonesia, termasuk sekitar 1.200 di Sumatera Barat. Kondisi ini menjadi latar pengembangan aplikasi GRODELOS oleh mahasiswa UNP.
Puan Maharani menjelaskan bahwa timnya berharap inovasi ini dapat menjadi sarana pembelajaran adaptif yang bisa diterapkan di berbagai daerah, tidak hanya di Sumatera Barat.
"Harapan kami, GRODELOS bisa dikembangkan lebih luas dan digunakan di berbagai sekolah luar biasa di Indonesia," tuturnya.
Melalui PKM-RSH 2025, mahasiswa UNP berupaya menghadirkan inovasi teknologi yang mendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus.
Komentar (0)