Ganto.co – Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatra Barat (Sumbar) menggelar aksi memperingati Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (29/9). Aksi dimulai sejak pukul 14.00 WIB, namun forum diskusi dengan Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, baru berlangsung menjelang waktu magrib.
Karena forum dinilai tidak kondusif, sejumlah perwakilan mahasiswa memutuskan menarik massa aksi. Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Andalas ( Unand), Syabbarin Syukur, menilai diskusi yang digelar pada malam hari tidak efektif.
"Waktu sudah malam, aksi dari siang tentu sudah tidak kondusif lagi. Lebih baik diskusi dilanjutkan besok bersama gubernur, agar tuntutan yang kami sampaikan tidak hanya jadi bahan konten," ujarnya sambil mengarahkan massa BEM Pertanian untuk pulang.
Senada dengan demikian, Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) BEM KM Universitas Negeri Padang (UNP), Farras Fathinnova, menilai forum yang berlangsung malam hari membuat pembahasan tidak fokus.
"Lebih baik diskusi dilakukan besok, supaya kajian dan tuntutan yang kami bawa bisa dieksekusi jelas dan tepat sasaran," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy, menegaskan pemerintah daerah siap menampung aspirasi mahasiswa.
"Kalau untuk kebaikan Minangkabau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar pasti terbuka menerima masukan. Di sini juga hadir Sekretaris Daerah (Sekda), pejabat pertanian, dan jajaran lainnya," jelasnya.
Akhirnya, forum diskusi menyepakati pembahasan tuntutan aksi dilanjutkan pada hari berikutnya sesuai yang telah diagendakan oleh Sekda Pemprov Sumbar.
Komentar (0)